logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 14 Maret 2005 EKONOMI
Line

Bunga Kredit Tak Harus Ikut Naik

JAKARTA-Bank Indonesia (BI) menjamin kenaikan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) sebagai instrumen moneter pengendali inflasi tidak harus diikuti oleh kenaikan suku bunga kredit yang dilakukan kalangan perbankan.

''Menaikkan suku bunga kredit akan berhadapan dengan kompetitor, yaitu bank lainnya. Jika bank lain tidak menaikkan suku bunga, tetapi satu bank menaikkan suku bunga maka bank bersangkutan berpotensi kehilangan nasabah,'' ujar Gubernur BI Burhanuddin Abdullah, Sabtu lalu.

Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur memutuskan untuk menjaga tingkat inflasi sesuai dengan sasaran yang ditetapkan sebesar 6%+1% BI akan melanjutkan kebijakan moneter yang cenderung ketat melalui penyerapan kelebihan likuiditas secara optimal.

Di samping itu, mengarahkan kenaikan suku bunga SBI 1 bulan secara bertahap dan terukur selama 2005. Keputusan tersebut ditetapkan setelah mempertimbangkan hasil asesmen perkiraan ekonomi makro dan inflasi ke depan.

Secara keseluruhan perekonomian Indonesia diperkirakan tumbuh tinggi pada kisaran 5%-6% dalam tahun ini, sedangkan prospek ekonomi makro hingga akhir 2005 diperkirakan masih sesuai dengan proyeksi sebelumnya.

Efisiensi

Burhanuddin Abdullah menjelaskan perbankan harus terus meningkatkan efisiensinya dengan cara mengurangi biaya-biaya operasional serta menghitung kembali tingkat risiko di sektor riil sehingga bisa kompetitif meski suku bunga SBI dinaikkan.

''Sekarang suku bunga kredit perbankan berkisar 14% hingga 17% per tahun. Bahkan di sejumlah BPR ada yang mencapai 36%, sedangkan suku bunga dana pihak ketiga sekitar 6%,'' jelasnya.

Pihaknya yakin perbankan tidak akan menaikkan suku bunga kreditnya. Spread bunga pinjaman dan kredit yang lebar menyebabkan bank-bank meraup laba luar biasa selama 2004.

Laba operasional bank umum tahun lalu naik Rp 20,98 triliun dari 2003, bank persero Rp 13,7 triliun, bank umum swasta nasional devisa Rp 4,36 triliun, BPD Rp 669 miliar, bank campuran Rp 268 miliar, dan bank umum swasta nasional nondevisa Rp 23 miliar.

''Kredit bank umum selama 2004 melonjak Rp 118,97 triliun menjadi Rp 559,470 triliun dari Rp 440,505 triliun pada 2003,'' tambahnya.

Kenaikan suku bunga SBI, lanjut dia, tidak dapat dihindari dan akan dilaksanakan beberapa bulan ke depan hingga akhir 2005. (bn-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA