| Senin, 14 Maret 2005 | EKONOMI |
90% Kredit BTN untuk PerumahanSEMARANG-PT Bank BTN mengalokasikan kredit Rp 3,67 triliun atau 90% dari plafon kreditnya ke sektor perumahan dan jasa penunjangnya. Jumlah itu sudah termasuk untuk kredit pemilikan rumah (KPR) 75.000 unit Rumah Sederhana Sehat (RSH) yang akan dibangun pengembang tahun ini. "Kami masih tetap bermain penuh di sektor perumahan. Tahun ini optimistis berhasil di kredit sektor itu karena iklimnya cukup baik," kata Direktur Utama Bank BTN Kodradi di sela-sela perayaan ulang tahun ke-55 bank tersebut di kompleks PRPP, Sabtu lalu. Perayaan ulang tahun yang dipusatkan di Semarang itu diikuti oleh karyawan Bank BTN dari seluruh Indonesia serta mitra. Antara lain diisi dengan kegiatan sepeda santai serta penanaman pohon penghijauan di kompleks PRPP. Kodradi mengungkapkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) diperkirakan berdampak terhadap daya beli masyarakat terhadap rumah, khususnys RSS. Meski begitu pihaknya tetap optimistis target penyaluran kredit tercapai, bahkan melebihi. ''Bagaimanapun kebutuhan rumah setiap tahun meningkat terlepas apakah ada kenaikan harga BBM atau tidak,'' tandasnya. Hal itu, lanjut dia, tergambar pada kinerja Bank BTN dalam pembiayaan RSH. Tahun 2004 kredit RSH semula dianggarkan untuk 60 ribu unit senilai Rp 1,32 triliun tetapi ternyata realisasinya mencapai 68.747 unit RSH senilai Rp 1,7 trililun. ''Dari Rp 4,08 triliun dana yang dialokasikan untuk kredit tahun ini hanya 10% yang dialokasikan di luar sektor perumahan,'' imbuhnya. Ia yakin target tahun ini bisa terlampaui sehingga selalu memasang target konservatif. Alasannya, pasar kredit perumahan masih sangat besar. Ada lima juta sampai enam juta orang yang perlu rumah ditambah pertumbuhan setiap tahun sekitar 800.000 unit rumah. "Kalau banyak yang terjun ke KPR maka kami malah senang. Segmen Bank BTN di KPR dengan nilai Rp 50 juta ke bawah beda dengan segmen lainnya," ujarnya. (G2-53) |