| Senin, 14 Maret 2005 | BANYUMAS |
Empat Tersangka Korupsi SakitPURWOKERTO- Empat tersangka kasus dugaan korupsi APBD Banyumas 2002-2003 yang ditahan Polres Banyumas, sakit. Mereka adalah Sutikno (PDI-P), Hussein Alkaff (PBB), Untung Sarwono Hadi (PDI), dan Musadad Bikri Nur (PKB). Tersangka Musadad dilarikan ke RSU Banyumas, karena mual-mual dan pusing-pusing. Pekan lalu, Ketua PKB Banyumas itu mata kanannya bengkak. ''Mata saya digigit kecoa,'' katanya. Dia menuturkan, di dalam sel tahanan Polres Banyumas banyak kecoa. Bisa jadi kecoa itu datang dari ruang tahanan lain yang tidak bersih, atau dari got di sekitar tahanan. Kamar tahanan untuk tersangka dugaan korupsi itu juga dekat dengan kandang anjing milik Polres Banyumas. Kapolres Banyumas AKBP Erwin Triwanto mengatakan, Musadad menderita sakit setelah menjalani tahanan lebih dari 30 hari. Kini dia menjalani masa pembantaran. Artinya, masa tahanan yang tidak dijalani karena sakit tidak dihitung. Tidak Memadai Penyidik memberikan kesempatan para tersangka untuk dirawat di rumah sakit, ketika perawatan medis di Poliklinik Bayangkara milik Polres dianggap tidak memadai. Selama dirawat di rumah sakit di luar Polres, mereka menanggung sendiri biaya perawatannya. ''Selama di sini yang menanggung kami,'' kata AKBP Erwin Triwanto. Seperti diberitakan, tersangka yang masuk ke rumah sakit kali pertama adalah Sutikno, Ketua PAC PDI-P Kembaran. Dia dilarikan ke rumah sakit karena ketika buang air besar mengeluarkan darah. Tersangka juga pusing dan menderita stres. Dia berobat ke rumah sakit sejak dua pekan lalu, dan sampai sekarang belum kembali ke tahanan Polres. Sutikno kini menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Yogyakarta. Setelah itu, tersangka Untung Sarwono Hadi juga dilarikan ke RSU Banyumas. Dia mengaku pusing dan mual-mual. Berikutnya Hussien Al Kaff, juga dibawa ke rumah sakit. Mereka masuk ke rumah sakit setelah ditahan dua pekan. Baik Untung maupun Hussein sampai sekarang masih sakit. Kapolres Erwin menuturkan, tersangka yang tidak punya mental baja, mudah stres. ''Saya heran, katanya ada tersangka yang preman tetapi ketika ditahan lansung sakit.'' Namun, kata dia, ada juga tersangka yang sudah tua tetapi tidak sakit dan mentalnya tidak terpengaruh. ''Saya lihat ada tersangka bapak tua yang melakukan yoga di dalam sel, bapak tua itu masih sehat,'' ujarnya. (in-20s) |