SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Selasa, 08 Maret 2005

- Misteri kematian aktivis hak asasi manusia (HAM) Munir belum juga terungkap. Mungkin banyak di antara kita yang sudah lupa karena tak banyak dibicarakan lagi di media massa. Banyak hal lain yang menyusul dan tentu tak kalah seru. Sekarang berita aksi penolakan kenaikan harga BBM banyak mewarnai halaman depan surat kabar.

 

- Ongkos giling padi naik 25 persen per kg terjadi di daerah Banyumas. Kenaikan ongkos ini terjadi karena seretan kenaikan harga BBM beberapa saat lalu. Tentu petani mengeluh karena tak bisa menikmati harga beras yang sebenarnya pada posisi sedang menguntungkan. Seandainya ongkos giling tidak naik, petani bisa menikmati harga kering panen Rp 1.400/kg.

SEJARAH pahit masa lalu kita, Pulau Sipadan dan Ligitan yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) jatuh ke tangan Malaysia, merupakan potret buram bangsa Indonesia dalam memperjuangkan hak-hak kedaulatan bangsa dan integritas teritorial di dunia internasional. Potret buram ini tidak boleh berulang untuk kali kedua.

TANGGAL 10 Maret, Gubernur Jawa Tengah H Mardiyanto akan menuju Danau Toba. Untuk berekreasikah? Kepergian beliau konon bersama dengan para gubernur seluruh dunia. Katakanlah ada seratus negara di dunia ini yang siap untuk pergi ke sana, lalu setiap negara minimal mengirimkan 15 orang gubernur, maka totalnya ada 1.500 tamu VIP yang akan jadi tamu Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Kenaikan BBM sudah berlangsung. Jika DPR saja tidak bisa membatalkan keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM, maka apalagi yang bisa dilakukan oleh rakyat? Rakyat tidak menghendaki kenaikan harga apalagi sampai 29 persen. Bagaimana harga-harga tidak akan langsung melonjak?

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA