SUARA MERDEKA
 
INDEKS BANYUMAS Selasa, 08 Maret 2005

PURWOKERTO-Bulog Subdivre IV Banyumas tak akan mengintervensi bila petani dan pedagang menjual gabah dan beras ke pasar. Jadi petani bisa menikmati harga gabah dan beras yang tinggi di pasar saat ini.

CILACAP - Sekitar 100 orang dari Serikat Mahasiswa dan Masyarakat Antikorupsi (Semarak) Cilacap, kemarin, unjuk rasa. Mereka menuntut Kantor Kejaksaan Negeri mengusut tuntas kasus dugaan korupsi.

PURBALINGGA- Sejumlah pengunjung Objek Wisata Air Bojongsari (Owabong) mengeluh. Sebab, tempat sampah sangat sedikit di lahan hampir 5 ha itu, keran air untuk bilas macet, tempat duduk penunggu di kolam anak kurang, serta tiket tergolong mahal.

CILACAP - Angin topan melanda Desa Citepus, Kecamatan Jeruklagi, Minggu (6/3). Terpaan angin disertai kilat itu menumbangkan pepohonan sehingga merusak 18 rumah. Bahkan seorang warga bernama Jumiah (40) tewas tersambar petir.

 

PURBALINGGA- Untuk meningkatkan produksi pangan, pemerintah mengembangkan proyek wana tani di lahan berkemiringan antara 15 dan 20 derajat. Kegiatan itu dilakukan kelompok tani. Tanaman yang dianjurkan ditanam adalah kacang-kacangan, jagung, kedelai, dan buah-buahan.

BANJARNEGARA - Anggota Komisi C DPRD dari PKS Nur Sulistiyanto menyatakan keberatan atas pembangunan stadion dan gedung olahraga (GOR) senilai Rp 17 miliar. Proyek itu, kata dia, bisa dikatakan sebagai proyek mercu suar. Jadi hanya untuk mencari publikasi, yang tak sebanding dengan manfaat dan biaya yang dikeluarkan.

PURWOKERTO- Tarif angkutan kota (angkuta) dan angkutan desa (angkudes), Sabtu (6/3), disepakati dinaikkan. Langkah itu berkait dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

PURWOKERTO-Nasib guru bantu di Kabupaten Banyumas benar-benar memprihatinkan. Sebab, kemarin mereka belum menerima insentif bulan Maret. Semestinya insentif mereka terima antara tanggal 1 dan 3 setiap bulan.

PURWOKERTO-Tak punya uang untuk membiayai istri muda melahirkan membuat Riyanto (36) nekat mencuri handphone (hp) di rumah kos Jalan Sitapen, Purwokerto. Namun aksi tersangka yang juga beralamat di jalan itu terbongkar gara-gara alat untuk mencuri tertinggal di kamar korban.

 

PURWOKERTO - Lima anggota DPRD Banyumas menyoroti sektor perizinan. Ada yang menilai perizinan masih sentralistis. Sebab, pengurusan izin tak cukup ke satu instansi. Namun harus ke dinas terkait. Tak pelak, minat investor masuk pun kecil.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA