logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 08 Maret 2005 SALA
Line

JTM Pecah, Konsumen Listrik Terganggu

SEBAGIAN konsumen di Kota Boyolali, sejak beberapa minggu ini mengeluhkan nyala lampu listrik yang tidak optimal. Dalam satu pekan, pasti terjadi kepadaman sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari mereka. Apalagi sekarang ini musim penghujan, sehingga kondisi rumah tangga kurang nyaman dengan padamnya nyala listrik itu.

Mengapa sering kali padam ? Berikut petikan wawancara Suara Merdeka dengan Manager Unit Pelayanan dan Jaringan Kabupaten Boyolali, Tri Marsono, di kantornya, siang kemarin.

Bisa dijelaskan gangguan nyala lampu belakangan ini?

Gangguan padamnya aliran listrik sejak beberapa bulan itu akibat kerusakan teknis yang sangat vital. Yakni, jaringan menengah tegangan (JTM) yang berada di gardu induk di Desa Tegalwire, pecah. Dampaknya, pelanggan di wilayah Kota Boyolali terganggu. Sebab, nyala lampu listrik tidak andal.

Dengan pecahnya JTM, ada berapa pelanggan yang menjadi terganggu?

Yang pasti, JTM atau saluran utama itu menyuplai 20.000 volt. Dengan demikian, akan memengaruhi 20.000 pelanggan yang ada di kota. Pecahnya JTM itu, secara langsung berdampak ke pelanggan di Kota Boyolali, karena jaringan listrik menyuplai konsumen di wilayah tersebut.

Upaya apa yang telah dilakukan PLN?

Kami sudah berusaha menggabungkan atau menyalurkan jaringan listrik ke arah Tulung, Klaten. Namun dampaknya, saluran jaringan listrik ke arah Tulung menjadi bertambah, sehingga harus dibuang atau dialihkan ke daerah lain untuk mengurangi beban.

Apakah upaya itu sudah mampu mengatasi padamnya listrik?

Kami belum bisa memberikan jaminan. Sebab, pecahnya alat itu mengakibatkan jaringan tidak andal. Setiap JTM, ada batasan target yang harus menjadi beban. Kalau kelebihan, pasti nyala lampu kurang andal.

Apakah tidak ada cara lain agar nyala lampu tidak sering padam?

Ada. Yakni dengan mengganti JTM yang baru. Tetapi membutuhkan biaya yang besar. Dengan demikian, harus bertahap, dan tidak mungkin dipenuhi dalam waktu dekat. Upaya yang kami lakukan, selain menggambungkan aliran listrik ke arah Tulung, juga memberi alat pengaman di luar gardu induk. Tetapi, alat pengaman itu rentan dan sensitif dengan situasi di lapangan. Bila terkena benang layang-layang, listrik bisa padam.

Apa yang menyebabkan JTM itu pecah ?

Yang pasti, umurnya sudah terlalu tua sehingga perlu diganti. Usia alat itu sudah hampir 30 tahun, sehingga memang sudah waktunya diganti. Selain itu, pihaknya kini juga dibuat repot oleh faktor bencana alam. Banyaknya tanah longsor atau angin ribut, mengakibatkan tidak sedikit tiang listrik roboh, sehingga listrik padam.(Suti Harjoyo-92a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA