logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 08 Maret 2005 SALA
Line

Awak Angkudes Tuntut Kenaikan Tarif

WONOGIRI - Ratusan awak angkutan pedesaaan (angkudes) dari sejumlah kecamatan di Wonogiri, Senin (7/3) melakukan aksi mogok massal. Mereka terdiri atas angkudes Kecamatan Bulukerto jurusan Slogohimo dan Purwantoro, Kecamatan Baturetno jurusan Giribelah-Pracimantoro dan Donorojo-Punung, serta Kecamatan Wuryantoro dan Kecamatan Manyaran.

Senin siang (7/3), mereka berkumpul di Desa Watuagung, Kecamatan Baturetno, sekitar 50 kilometer selatan Kota Wonogiri, untuk mengadakan pertemuan di rumah Ketua Paguyuban Bolo Roda, Sularno.

Pertemuan yang dihadiri sekitar 298 awak angkudes itu, menuntut kenaikan tarif berkait dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

''Kalau tarif tidak segera dinaikkan, kami tidak dapat bertahan dengan tarif lama. Apalagi harga BBM telah naik. Bagaimana kami dapat makan?'' teriak para awak angkudes yang berdemo.

''Ini bukan demo, juga bukan aksi mogok massal. Kami sekadar berkumpul di sini, untuk berembuk tentang perlunya menggalang kesepakatan guna menaikkan tarif. Sebab, kami tak mungkin dapat bertahan dengan tarif lama, karena harga BBM telah lebih dulu dinaikkan,'' tegas Sularno.

Sularno menegaskan, tuntutan kenaikan tarif dari para awak angkudes itu semata-mata untuk menyesuaikan, karena adanya kenaikan harga BBM. Di sisi lain, pemerintah lamban menyikapinya dengan lewat kebijakan kenaikan tarif. Sebenarnya, tambah Ketua DPC Organda Wonogiri, Danar Rahmanto, kami sangat berharap pemerintah segera peduli memberikan pedoman resmi kenaikan tarif angkutan.

''Tapi sampai sekarang belum ada. Bahkan saya dengar, DPRD pun belum memberikan persetujuan resmi, karena masih merasa perlu harus lebih dulu membawa masalah itu ke rapat paripurna,'' tegasnya.

Dipenuhi

Dia menambahkan, ketika harga BBM naik, mestinya pemerintah harus segera menyikapinya dengan mengeluarkan pedoman kenaikan tarif. ''Jangan membiarkan komunitas masyarakat yang bergerak di jasa pelayanan angkutan menjadi bingung, dan jangan menunggu mereka menggelar aksi mogok massal,'' tandasnya.

Menurutnya, sangat tidak bijaksana pemerintah membiarkan masyarakat yang bergerak di jasa pelayanan angkutan menjadi bingung berlama-lama. ''Wajar, kalau mereka kemudian berkumpul untuk berembuk tentang tarif, yang memang erat sekali dengan nasib kehidupannya,'' ujarnya.

Dia menambahkan, upaya itu merupakan cara awak angkutan dalam menyikapi kenaikan harga BBM, berkaitan dengan kenaikan tarif sesuai dengan mekanisme pasar.

Pertemuan tersebt dihadiri pula pejabat dari Kantor Sub Dinas Perhubungan dan Satlantas Wonogiri, Camat Drs Sriyono MM dan Muspika Kecamatan Baturetno.

Dari hasil sementara pertemuan, disimpulkan adanya kenaikan tarif angkudes rata-rata Rp 500 untuk trayek ketiga jurusan. Pertama, untuk jurusan Baturetno-Giribelah (32 km) naik dari Rp 2,5 ribu menjadi Rp 3 ribu, Baturetno-Pracimantoro (40 km) naik dari Rp 4 ribu menjadi Rp 4,5, Baturetno-Punung (Pacitan Jatim) sejauh 34 km naik dari Rp 3 ribu menjadi Rp 3,5 ribu (P27-92a)


HexWeb XT DEMO from HexMac International

Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA