logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 08 Maret 2005 SALA
Line

Buka Luwur Makam Ki Ageng Pantaran

  • Sarana Event Wisata

BOYOLALI - Kegiatan tradisional buka luwur (mengganti kain mori-Red) yang membungkus makam Ki Ageng Pantaran, di Desa Candisari, Kecamatan Ampel, Boyolali, diharapkan menjadi event wisata. Karena itu, setiap dilakukan upacara adat sadranan buka luwur didatangkan wisatawan.

''Kami berharap, melalui kegiatan tersebut juga mendatangkan pendapatan asli daerah dan pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat,'' tandas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Sri Ardiningsih, kemarin.

Kegiatan tradisional buka luwur, sudah berjalan beberapa tahun. Event mengganti kain mori yang membungkus makam Ki Ageng Pantaran itu, merupakan upaya penghargaan kepada leluhu.

Menurut Kepala Kantor Informasi, Komunikasi, dan Kehumasan (KIKK), Kristiana Purwanti, Ki Ageng Pantaran yang dikenal dengan nama Syah Maulana Malik Mahgribi adalah tokoh penyebar agama. Beliau telah menyebarluaskan agama Islam di kawasan Pantaran, dan membangun masdjid. Sebagai ungkapan penghargaan dan melestarikan budaya, maka setiap tahun diadakan buka luwur.

Kristiana mengatakan, sebelum dilakukan buka luwur, masyarakat di kawasan Pantaran, Desa Candisari, beramai-ramai mendatangi kuburan itu untuk ziarah. Mereka juga melakukan bersih kubur secara beramai-ramai. "Acara itu disebut sadaranan,'' katanya.

Bupati Boyolali, Djaka Srijanta mengatakan, kegiatan buka luwur merupakan upaya melestarikan kebudayaan. Karena itu, setiap tahun harus dilakukan dengan melibatkan warga masyarakat. Kegiatan tersebut juga membawa dampak positif bagi perkembangan wisata.

''Saya berharap, setiap dilakukan kegiatan tradisonal buka luwur mampu mendatangkan banyak wisatawan,'' katanya.(shj-92a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA