logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 08 Maret 2005 SALA
Line

Gusti Moeng-Sri Joko Melamar PDI-P

  • Akan Dipilih dalam Rakercabsus

SUKOHARJO- Sepuluh pasangan balon bupati dan wakil bupati mendaftar ke DPC PDI-P. Yang menarik, Pengageng Sasana Wilapa Karaton Surakarta, Dra GRAy Koes Moertiyah yang akrab disapa Gusti Moeng itu ikut meramaikan bursa calon bupati dan wakil bupati di kabupaten ini.

Ke-10 pasangan tersebut adalah Bambang Riyanto SH-Drs Moh Toha, Drs Hasto Pranoto-dokter Bambang Susanto, Parwanto-Ir Sidik Pramono, Suranto SH-Nurjayanto, Sukardi BM-Sriyanto, Ir H Asnawi-Susmono Adimartono, Gatot-Tinta JM, H Sudarsono-Dwi Jatmoko, Budiningsih-Sunarjo, dan Gusti Moeng-Sri Joko. Selanjutnya mereka akan dipilih dalam Rakercabsus yang bakal digelar Jumat (11/3) mendatang.

''Besok (hari ini-Red) jadwal terakhir pengembalian formulir,'' ujar Ketua Tim Pendaftaran, Dwi Jatmoko.

Dia menuturkan, seusai pengembalian formulir akan dilakukan verifikasi. Kegiatan tersebut melibatkan lima anggota, yaitu tiga orang dari DPC dan dua orang dari DPD. Selanjutnya, calon yang memenuhi persyaratan akan dipilih dalam Rakercabsus yang melibatkan semua pengurus ranting, anak cabang, dan DPC yang keseluruhan berjumlah 1.288 orang.

Sesuai dengan ketentuan, kata dia, akan dipilih sekurang- kurangnya empat pasangan. Kemudian keempat pasangan tersebut akan diajukan ke DPD untuk diseleksi menjadi dua pasangan. ''Dua pasangan yang terpilih, kemudian diajukan ke DPP untuk diambil sepasang balon sebagai calon resmi DPC PDI-P dalam pilkada mendatang.''

Kepentingan Pribadi

Apakah perolehan suara berpengaruh terhadap penetapan calon? Dwi mengaku penetapan pasangan menjadi hak sepenuhnya DPD dan DPP. ''DPD Jateng akan memilih dua pasang balon yang kemudian diajukan ke DPP. Nah, DPP PDI-P nanti yang berwenang sepenuhnya untuk menetapkan pasangan yang dinilai tepat. Namun perolehan suara juga menjadi salah satu pertimbangan.''

Pihaknya mengingatkan semua pasangan balon agar bersaing secara sehat. ''Boleh saja melakukan sosialisasi, namun jangan dilakukan dengan menjelekkan calon lainnya. Setiap pasangan balon wajib menjunjung tinggi fair play. Soliditas partai harus diutamakan, jangan sampai hanya mengejar kepentingan pribadi sesaat,'' tegasnya.

Di tempat terpisah, Gusti Moeng selaku Pengageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta membenarkan dirinya telah melamar DPC PDI-P sebagai calon bupati berpasangan dengan Sri Joko dari DPD PAN.

Kehadirannya yang diinginkan pada kader partai berlambang banteng mulut putih itu, bukan datang dari niatnya sendiri, melainkan lebih besar karena dorongan masyarakat untuk meramaikan proses demokratisasi dalam Pilkada 2005 ini.

Menurut Pimpinan Yayasan Pawiyatan Kabudayan Keraton Surakarta tersebut, tampilnya untuk meramaikan pilkada dengan mencalonkan diri lewat PDI P, semata-mata untuk memenuhi keinginan kader-kadernya. Ikatan moral itu masih terjalin sejak dukungan tersebut diberikan saat Gusti Moeng duduk di FPDI-P DPR RI (1999-2004) hingga kini, sekalipun tidak lagi duduk sebagai wakil rakyat.

''Rupanya, jalinan kekeluargaan itu menghendaki agar saya maju di pilkada ini. Mulanya, saya berpikir panjang mendengar permintaan tersebut. Sebab, selama ini saya belum terpikir untuk mencalonkan bupati. Tetapi karena ini permintaan dan amanah kader-kader, ya akan saya pikul amanah itu.'' (G10,won-92s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA