| Selasa, 08 Maret 2005 | SALA |
Alun-alun Kidul Segera Dibuka meski Revitalisasi Belum SelesaiKERATON SURAKARTA- Jalan menyilang yang dibangun sesuai dengan desain revitalisasi Alun-alun Kidul yang baru selesai tahap I ini, akan dibongkar untuk disesuaikan dengan kebutuhan demi lancarnya arus lalu lintas di sana. Namun sambil menunggu datangnya dana guna membiayai revisi kecil itu, jalan tersebut tetap bisa digunakan untuk lalu lintas umum, kecuali armada bus pariwisata pengunjung ke Keraton. "Sambil menunggu biaya untuk merevisi fasilitas itu, jalan tersebut tetap bisa digunakan untuk lalu lintas umum. Kecuali bus-bus besar armada pariwisata. Masuk dari selatan, keluarnya juga lewat pintu selatan," kata KP Edy Wirabhumi, selaku koordinator tim teknis revitalisasi kepada Suara Merdeka, kemarin. Secara keseluruhan, suami GRAy Koes Moertiyah itu menuturkan, setelah selesai seluruh pekerjaan renovasi tahap I-III di sejumlah tempat di kompleks Keraton akhir tahun 2004, kini pihaknya menunggu dana revitalisasi dari Departemen PU Pusat untuk renovasi lanjutan tahap II-IV tahun anggaran 2005. Tahap lanjutan dari revitalisasi Keraton itu, termasuk renovasi kawasan Alun-alun Kidul yang lebih dikenal dengan Alkid. Selama renovasi di Alkid berlangsung, tuturnya, empat pintu yang mengakses ke bagian selatan kompleks Keraton tersebut ditutup dari segala aktivitas, terutama lalu lintas umum. Sebab, ketika pintu dari arah Gading, Gurawan, Gajahan, dan Baluwarti masih terbuka, selain pekerjaan fisik renovasi terganggu, bila malam masih digunakan untuk kegiatan prostitusi dan yang berbau maksiat lainnya. "Kelak kalau dibuka, kunci pintu masing-masing pintu yang mengakses ke Alkid, akan kami serahkan ke pemerintah lingkungan setempat yang berdekatan. Ini merupakan bagian dari pengawasan, agar Alkid tidak kembali seperti dulu (ajang kegiatan maksiat-Red)," harap KP Satryo Hadinagoro, selaku Wakil Pengageng Museum dan Pariwisata, di tempat terpisah. Pemberian tanggung jawab pemegang kunci sekaligus pengawasan kepada masing-masing lurah terdekat, ungkap suami GK Ratu Galuh Kencana itu, dimaksudkan setelah Alkid kembali dibuka untuk umum, tetap akan diberlakukan pengamanan dini. Yaitu hanya dibuka mulai pukul 05.00 hingga pukul 22.00, dan setelah itu ditutup dari aktivitas umum serta dijaga para petugas dari berbagai unsur. KP Satryo mengatakan, Alkid yang sudah mendapat citra buruk sebagai tempat esek-esek memang butuh waktu lama memulihkannya. Ketika direnovasi, para penghuni liar diberi pesangon dan diminta meninggalkan tempat tersebut. Lalu, dilanjutkan dengan penutupan secara total kawasan itu, yang hingga kini sudah berjalan lebih setahun. "Namun, karena terdesak oleh kebutuhan fasilitas pendukung operasional objek wisata Keraton, ya terpaksa dibuka sebelum proses revitalisasi selesai. Nanti sambil jalan, akan dibenahi bersamaan dengan turunnya dana renovasi lanjutan. Lalu lintas dalam Baluwarti kecenderungannya juga butuh jalan keluar," ujar KP Edy menimpali.(won-80s) |