logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 08 Maret 2005 SALA
Line

Pedagang Keluhkan Sepinya Pembeli

  • Dampak Kenaikan Harga BBM

BANJARSARI- Naiknya harga beberapa jenis kebutuhan pokok masyarakat seiring kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM, tak urung membuat mayoritas pedagang di pasar tradisional di Solo penghasilannya menurun.

Sebab, mayoritas pedagang di Pasar Gede serta Pasar Legi mengeluhkan sepinya pembeli sejak harga berbagai kebutuhan melonjak. Diperkirakan, penurunan pembeli sepekan terakhir mencapai separo dibandingkan dengan hari biasa sebelum kenaikan harga BBM.

"Harga beberapa barang memang naik, tetapi ada juga yang stabil. Kami resah, karena pembelinya sepi. Meski ada kenaikan angkutan yang cukup banyak, kami tak berani menaikkan harga terlalu banyak," keluh Warsiti, seorang pedagang Pasar Gede saat Wali Kota Surakarta H Slamet Suryanto melakukan inspeksi mendadak di tempat itu, kemarin.

Mereka menuturkan, beberapa kebutuhan pokok di Solo terus membubung tinggi sejak kenaikan harga sepekan terakhir. Seperti komoditas cabai merah besar, sayuran, dan bawang merah. Harga untuk komoditas itu terus meningkat.

Jika sebelum harga BBM naik harga cabai merah besar berkisar Rp 6.000/kg, sejak sepekan terakhir harganya naik menjadi Rp 7.000/kg dan kemarin mencapai kisaran Rp 8.000/kg. Demikian pula untuk komoditas bawang merah yang naik Rp 2.000/kg atau dari Rp 6.000/kg menjadi Rp 8.000/kg. Namun di tingkat grosir, hanya terjadi kenaikan harga Rp 500-Rp 1.000 tiap kilonya.

Beberapa jenis kebutuhan lain seperti minyak curah, barang, dari plastik serta buah-buahan impor juga mengalami kenaikan. Untuk buah impor, setiap kotaknya atau sekitar 10 kg apel atau jeruk, terjadi kenaikan Rp 5.000. Hal itu dipicu naiknya biaya angkutan serta ongkos lain ang terpaksa disesuaikan dengan harga BBM. Barang berbahan baku plastik juga mengalami peningkatan harga nyaris dua kali lipat dari harga semula.

"Kami cuma mengikuti harga yang dipatok pemasok. Namun dari sana, harganya sudah naik lantaran ongkos angkutnya mahal," papar pedagang, Sulistyawati.

Sementara beberapa jenis komoditas lain seperti beras, telur serta mi instan, menurut beberapa pedagang, harganya relatif stabil. Telur masih pada level Rp 6.300/ kg, sedangkan beras cisadane Rp 2.800/kg.

Wali Kota mengimbau masyarakat tak perlu resah, meskipun harga beberapa komoditas mengalami kenaikan. Sebab, pasokan tersedia mencukupi. Dia juga membantah adanya isu kelangkaan terhadap beberapa komoditas, lantaran setelah dicek ke lapangan, seluruh pasokan dalam kondisi aman. (G18-80s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA