logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 08 Maret 2005 SALA
Line

Kecelakaan Maut di Klaten

Sopir Taksi dan Truk Jadi Tersangka

KLATEN- Aparat Satuan Lalu Lintas Polres Klaten masih menyelidiki penyebab terjadinya kecelakaan maut yang menewaskan lima orang di pertigaan depan Mapolsek Jogonalan, Minggu (6/3). Mereka kemarin mengirim sampel darah sopir taksi Kosti nomor polisi AD-1272-AA dan sopir truk AD-1513-HF ke Laboratorium Prodia Yogyakarta.

"Kami mengirim sampel darah untuk mengetahui apakah ada kandungan Napza (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya). Kalau ada, akan memberatkan," kata Kasat Lantas Polres Klaten AKP M Arsal Sahban SH, Senin (7/3).

Berdasar hasil penyelidikan sementara, sopir Taksi Joko Saryanto (31), warga Kelurahan Plupuh, Kecamatan Plupuh RT 2 RW 1, Sragen dan sopir truk Toyota Dyna, Suparno (43), warga Pendem, Mojogedang, Karanganyar ditetapkan sebagai tersangka.

Arsal menuturkan, pada saat kejadian, taksi diperkirakan melaju dengan kecepatan di atas 100 km/jam dengan posisi gigi lima. Terdapat bekas rem taksi sepanjang 12 meter sebelum terjadinya tabrakan.

Saat itu, taksi berpenumpang enam orang, dua di depan dan empat di belakang.

"Di TKP ada lampu hazard berkedip yang bisa terlihat dari jauh, itu menandakan lokasi rawan. Seharusnya taksi sudah memperlambat kecepatan. Muatan taksi juga melebihi muatan. Itulah mengapa sopir taksi dinyatakan sebagai tersangka II, walau status itu gugur karena dia meninggal," kata Arsal.

Akibat kelebihan muatan, maka keseimbangan taksi akan sangat berkurang apalagi bila melaju dengan kecepatan tinggi. Seharusnya, di belakang hanya bisa ditempati tiga penumpang.

Sementara itu, sopir truk ditetapkan sebagai tersangka utama. Seharusnya, dia memberikan kesempatan kepada taksi, karena pengguna jalan Yogya-Solo lebih diprioritaskan. Tetapi karena perhitungannya salah, maka sopir truk memotong jalan sebelum taksi lewat. Tersangka kini ditahan.

"Kami membentuk tim terpadu untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Kami menggandeng Dinas Perhubungan untuk menguji kelaikan kendaraan sebagai saksi ahli, kami juga melakukan kajian wilayah di lokasi kecelakaan," ujarnya.

Sementara itu, tragisnya kecelakaan yang menyebabkan lima korban tewas di Jalan Raya Yogya-Solo itu juga mengundang perhatian Kapolwil Surakarta Kombes Abdul Madjid dan Polda Jateng. Tak lama setelah kecelakaan terjadi, mereka menyempatkan datang ke lokasi untuk mengadakan penyelidikan.

Minggu (6/3) siang, Kapolwil Surakarta Kombes Abdul Madjid menyempatkan diri melihat tempat terjadinya kecelakaan dalam perjalanannya ke Yogyakarta. Bahkan tim dari Polwil telah tiba sejak pagi. Tak lama kemudian, aparat Polda datang untuk melakukan penyelidikan.

Kondisi TKP saat kecelakaan sepi, penerangan cukup dan ada lampu hazard berkedip-kedip yang meminta pengguna jalan untuk berhati-hati saat melintas. Kondisi jalan di pertigaan, lebar dan bagus serta tidak ada yang menghalangi pandangan.

"Tim dari Polwil dan Polda melakukan traffic identification di TKP dan memeriksa kendaraan. Identifikasi ini penting untuk mencari penyebab kecelakaan dan mempelajari tingkat kerawanan TKP," ujar Arsal Sahban, Senin (7/3).(F5-80s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA