logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 08 Maret 2005 NASIONAL
Line

PKS Kirim Relawan ke Aceh

SEMARANG- Tiga puluh relawan perempuan diberangkatkan oleh Pos Penanggulangan Bencana Aceh (P2B) PKS Jateng ke daerah bencana tsunami di Nanggore Aceh Darussalam (NAD), Senin (7/3). Mereka termasuk dalam relawan gelombang VI PKS Jateng yang totalnya berjumlah 55 orang.

Plh Ketua DPW PKS Jateng Amin Wahyudi menerangkan, pemberangkatan relawan perempuan itu merupakan yang kali pertama dilakukan PKS Jateng. "Mereka terdiri atas dokter, guru, psikolog, trainer, dan ustazah yang akan bertugas minimal selama satu bulan. Di sana relawan perempuan ini bekerja sama dengan Koordinator Sahabat Wanita dan Anak (SWA)-Komite Kemanusiaan Indonesia untuk Aceh (KKIA) Pusat."

Bersama relawan dikirimkan pula paket bantuan alat pendidikan, permainan anak, dan perlengkapan muslimah, di antaranya papan tulis, buku, alat gambar, puzzle, sempoa, majalah anak, Quran, jilbab, dan mukena. Dalam rombongan relawan kali ini turut pula seorang anggota DPRD Jateng dari Fraksi PKS, Hj Siti Aisyah Dahlan. Anggota Komisi E tersebut akan bertugas selama dua minggu di Aceh sebagai tenaga pengajar Alquran. Selain sebagai anggota Dewan, Aisyah dikenal sebagai dosen dan Kepala Asrama Pendidikan Guru Pengajar Qu'ran (PGPQ) Raudhatul Mujawwidin, lembaga pendidikan yang menciptakan dan menyertifikasi metode pembelajaran baca Quran Qira'ati.

Tahan Recovery

Amin Wahyudi mengatakan, pengiriman relawan perempuan tersebut dilakukan karena saat ini program penanganan bencana Aceh telah memasuki tahapan recovery (pemulihan), terutama soal mental dan pendidikan.

Dengan demikian, peran kaum perempuan sangat dibutuhkan. "Berdasarkan laporan tim evaluasi yang kami kirimkan sebelumnya, saat ini kondisi pengungsi di tenda-tenda masih dilanda depresi. Karena itu, konflik antarpengungsi pun kerap terjadi."

Selain itu, kata Amin mengutip laporan Ketua P2B Jateng Madi Mulyono dan Humas KKIA Jateng Hadi Santoso yang saat ini sedang mengevaluasi bantuan di pusat pengungsi Lambaro Aceh, paling parah adalah recovery bidang pendidikan. Sarana dan prasarana pendidikan yang tersedia sangat minim. Tidak ada papan tulis, kapur tulis, whiteboard, buku, meja, kursi, dan sarana lainnya.

Sebagai bagian dari tahap awal program pemulihan trauma dan program pendidikan bagi anak korban tsunami Aceh, Komnas Perlindungan Anak saat ini menangani 2788 anak korban tsunami.

Demikian dikatakan Ketua Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi usai menerima bantuan dua bus untuk membantu "Sekolah Berjalan" dari English First di Jakarta, kemarin.

Menurut Seto Mulyadi, Tim Relawan Komnas Perlindungan Anak yang datang dari berbagai daerah antara lain Jawa Tengah yang sedang melakukan Theraphy Counseling di 21 penampungan di seluruh Provinsi NAD. Dengan "Sekolah Berjalan", lanjut dia, pendidikan anak korban tsunami sudah bisa dilakukan di tenda-tenda pengungsian. (G7,G1,bn-83t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA