| Selasa, 08 Maret 2005 | KEDU & DIY |
PPP Jangan AntikritikBOROBUDUR - Pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di tingkat pusat yang berselisih pendapat diminta islah. Jangan membingungkan pengurus partai di tingkat bawah yang setiap hari dihujani pertanyaan terkait dengan silaturahmi nasional (silatnas). ''Mumpung perselisihan masih dalam batas wajar, pihak-pihak yang berbeda pendapat segeralah melakukan islah,'' pinta Sekretaris DPC PPP Kabupaten Magelang Drs Mujadin Putu Murja, kemarin. Dia menyesalkan kebijakan Ketua Umum DPP Hamzah Haz yang memecat kader-kader terbaik partai hanya karena berembuk dengan beberapa gelintir orang dalam silatnas. Kebijakan itu dinilainya tak didasarkan khilaful umati rahmatun. Perbedaan itu dianggapnya rahmat. Kemajuan bukan dicapai karena keseragaman pendapat melainkan oleh dinamika. ''Selama pendapat itu baik dan bisa disatukan, mengapa harus bercerai-berai. Harus diwaspadai, di luar ada skenario untuk memperlemah kekuatan politik partai ini,'' tandasnya. Mujadin menekankan, sebagai partai Islam hendaknya PPP jangan antikritik. ''Kadernya mengadakan forum silatnas dan dari forum itu lahir gagasan, kritik, dan saran untuk kebaikan, masak malah dikenai sanksi pemecatan,'' ujarnya. Menurut pandangan dia, selama ini Hamzah Haz dikagumi banyak orang sebagai sosok low profile dan santun. Akan tetapi, kini tiba-tiba berubah menjadi garang hanya karena ada silatnas. ''Kembalilah kepada jati diri agar sebagai pemegang kendali partai bisa stabil dan maju. Jangan terbawa oleh pembisik-pembisik yang di balik itu ada kompetisi politik untuk menyingkirkan para pesaingnya ketika ada kesempatan,'' ungkap Mujadin yang sehar-hari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang itu. (pr-76j) |