logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 08 Maret 2005 INTERNASIONAL
Line

Lintas Jagat

Thailand Tingkatkan Patroli

BANGKOK - Pasukan Thailand akan melakukan lebih banyak patroli dan mendirikan pos-pos di Thailand selatan untuk meredam kelompok separatis di wilayah itu.

"Rencana itu akan dimulai besok," kata Jenderal Sirichai Tunyasiri, Panglima Komando Perdamaian Provinsi Perbatasan Selatan. Komando inid dibentuk untuk menangani kekerasan separatis yang sudah menewaskan hampir 600 orang.

"Kami akan menambah pos-pos patroli untuk menekan mereka," kata dia kepada wartawan. Intensifikasi pengamanan itu dilakukan menyusul terjadinya serangan kaum separatis terhadap stasiun kereta api di Provinsi Narathiwat, dekat perbatasan Malaysia. Dua orang tewas dalam serangan itu.

Seorang gerilyawan tewas dalam baku tembak dengan polisi di lokasi kejadian. Polisi mengatakan, dua orang anggota kelompok separatis melarikan diri sambil membawa dua senapan dan dua revolver milik polisi.

Kelompok separatis kebanyakan bersenjatakan M-16. Kelompok ini makin gencar menyerang sejak PM Thaksin Shinawatra menang pemilu bulan lalu.(rtr-52)

Korban Flu Burung Bertambah

HANOI - Seorang paramedis pria Vietnam berusia 26 menjadi korban serangan virus flu burung. "Namun, masih belum jelas apakah korban kali ini tertular dari pasien atau dari sumber penularan lain," kata Tran Khac Vien, kepala pusat kesehatan masyarakat di Provinsi Thai Binh utara, 110 km sebelah tenggara Hanoi.

"Dia merawat seorang pasien flu burung," kata Vien. "Kami mendapat informasi kalau dia terinfeksi virus H5NI (flu burung), tetapi mungkin ada sebab lain. Kami belum dapat menyimpulkan kasus ini."

Vien mengatakan, si paramedis itu kini dirawat di rumah sakit Hanoi karena menderita demam tinggi. Dia sebelumnya merawat seorang pasien yang tertular flu burung karena minum darah bebek mentah. Darah bebek adalah menu minuman lokal.

Adik perempuan paramedis itu juga ikut tertular flu burung.

Bulan Januari lalu, seorang pria di Thai Binh tewas akibat flu burung setelah dia minum darah bebek, sedangkan dua orang saudaranya ikut tertular.

Kawasan Thai Binh memang menjadi pusat perhatian karena dikhawatirkan menjadi pusat penularan virus itu dari manusia ke manusia.

Menteri Kesehatan Tran Thi Trung Chien mengatakan pekan lalu, seluruh kasus flu burung terkait dengan pola konsumsi unggas dan proses penyembelihan unggas.(rtr-52)

Thailand-AS Digugat soal Tsunami

VIENNA - Tim pengacara AS dan Austria mengajukan gugatan terhadap Pemerintah Thailand dan AS serta perusahaan Accor Prancis karena dianggap tidak menjalankan tugas memperingatkan penduduk akan ancaman bencana tsunami.

Gugatan itu diajukan Jumat lalu di pengadilan distrik New York atas nama para korban bencana tsunami. Termasuk dalam tim pengacara adalah jaksa Edward Fagan, yang terkenal karena menangani kasus rekening korban Nazi di bank Swiss. Tergugat diminta mempertanggungjawabkan kinerjanya pada 26 Desember, saat terjadi badai tsunami.

''Kami berharap sidang pertama akan digelar 30 hari lagi,'' kata pengacara Austria Gerhard Podovsovnik kepada Reuters. ''Kami tidak mengenakan biaya untuk menangani kasus ini.''

Pemerintah Thailand dan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) AS gagal memberikan peringatan dini atas bencana itu. Keduanya adalah pengelola Tsunami Warning Center di Hawaii.(rtr-52)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA