| Selasa, 08 Maret 2005 | INTERNASIONAL |
Diduga sebagai Spekulan, Menkeu Korsel MundurSEOUL - Menteri Keuangan Korea Selatan Lee Hun-jai mengundurkan diri Senin kemarin setelah santer diberitakan perihal keterlibatannya sebagai spekulan real estate mewah. Mundurnya menteri ini makin menambah ketidakpastian dalam masa krusial perbaikan ekonomi di Korsel. Presiden Roh Moo-hyun menerima pengunduran diri Lee Hun-jai, tetapi tidak segera menunjuk penggantinya. Demikian diberitakan kantor berita Yonhap. Kalangan pengamat menduga tidak banyak perubahan penting yang akan dilakukan oleh menteri keuangan yang baru, terutama dalam hal kebijakan pemerintah menyangkut tingkat suku bunga rendah dan lebih banyak belanja pemerintah untuk mendongkrak kinerja ekonomi. Meski demikian, pengunduran diri Lee justru terjadi pada saat-saat genting bagi perekonomian Korsel. Selama masa jabatan Lee, tingkat konsumsi merosot, harga minyak naik dan mata uang lokal bergejolak. Bank sentral Korsel meramalkan pertumbuhan ekonomi melambat sampai 4 persen tahun ini dari perkiraan 4,7 persen tahun lalu. Namun, pemulihan permintaan domestik diduga tidak akan berlangsung penuh karena laju pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat. Korsel terkenal sebagai produsen kapal, telepon seluler dan chip komputer. Menurut pakar, masa vakum jabatan menteri keuangan diduga tidak akan berlangsung lama dan berdampak secara signifikan pada kebijakan ekonomi. Berdasarkan sistem presidensial Korsel, Presiden Roh Moo-hyun dan tim penasihatnya memiliki kewenangan mutlak dalamm memutuskan kebijakan ekonomi. Media massa setempat ramai memberitakan bahwa Lee (60) dan istrinya melanggar ketentuan hukum pemerintah perihal transfer properti dalam beberapa kali kontrak bisnis. Istri Lee dilaporkan mengantongi lebih dari 5 miliar won (Rp 44,1 triliun) dari salah satu penjualan aset tanah yang dibelinya 24 tahun lalu. Lee dan istrinya membantah tuduhan itu. Citra Pemerintah ''Perdebatan dan kecurigaan seputar isu-isu pribadi saya akan menjadi beban bagi kinerja presiden dalam hal urusan kenegaraan. Hal itu tidak bagus bagi perekonomian nasional,'' kata Lee kepada para pejabat tinggi kementerian. Lee memangku jabatan sebagai Komisi Pengawas Keuangan setelah Korsel terperosok dalam krisis keuangan pada 1997-1998. Dia menutup bank-bank dan perusahaan-perusahaan yang tidak sehat, menuntut transparansi pasar dan dengan berani melawan konglomerat-konglomerat besar Korsel. Jurubicara Roh mengatakan, presiden telah menerima pengunduran diri itu. Kendati demikian, bakal tidak ada bukti perihal kasus real estate itu karena Lee sudah lebih dulu keluar. Undurnya Lee bakal menjadi pukulan bagi citra pemerintahan Roh. Dua bulan lalu, kepala staf kepresidenan Kim Woo-sik dan seorang pejabat tringgi lainnya mundur karena gagal memeriksa seorang menteri kabinet yang diduga korupsi. Roh menjadi presiden dengan sedikit dukungan dari kalangan politikus tanpa mayoritas di parlemen. Roh bertekad akan fokus pada pelaksanaan good governance dan memberantas korupsi, khususnya praktek kroniisme antara pengusaha dan politikus. Pemerintahannya juga mempunyai misi memerangi praktek spekulan investor real estate. Selain itu, dia dibebani tugas memperbaiki penyaluran dana untuk pasar keuangan lokal. Nama-nama kandidat yang berpeluang menggantikan Lee adalah ketua regulator keuangan Yoon Jeung-hyun, mantan menkeu Hong Jae-hyong dan Kang Bong-kyun, serta koordinator kebijakan pemerintah Han Duk-soo.(rtr-gn-52) |