| Selasa, 08 Maret 2005 | INTERNASIONAL |
Israel Setuju Serahkan Lima KotaRAMALLAH - Palestina, Minggu lalu, mengatakan Israel telah menyetujui untuk menyerahkan lima kota pertama yang diduduki di Tepi Barat paekan ini setelah melakukan pembicaraan mengenai keamanan yang sempat terunda-tunda. Presiden Palestina Mahmud Abbas telah mengupayakan agar Israel menarik pasukan dan para pemukim dari wilayah Palestina yang telah berlangsung selama empat setengah tahun gerakan intifada. Dia mengharapkan dapat kembali memegang kendali atas wilayah Palestina yang selama ini kuasai Israel agar dapat memenuhi permintaan AS dan Israel agar dapat mengendalikan para gerilyawan. Perdana Menteri Israel Ariel Sharon berjanji akan menyerahkan wewenang pengawasan dari lima kota di Gaza pada saat malam menjelang berakhirnya pertemuan puncak di Mesir bulan lalu, namun pembicaraan kemudian tertunda akibat terjadi insiden tewasnya lima warga Israel pada 20 Februari di Tel Aviv. Para pejabat tingkat tinggi dari kedua belah pihak membahas tertundanya penaikan Israel, Minggu lalu. Seorang pejabat tinggi Palestina mengatakan kepada Reuters: "Kami akan segera mengakhiri tanggung jawab kami di kota-kota Tulkarem, Tepi Barat, pada Selasa ini. Para pejabat Israel memberikan konfirmasi bahwa masalah tersebut dibahas pada pertemuan yang dilaksanakan dalam "suasana yang amat baik", namun salah seorang pejabat Pertahanan Israel mengatakan sejauh ini belum ditentukan tanggal pelaksanakan penarikan dari sejumlah kota di Gaza. Beri Informasi Kota-kota yang akan diserahkan kepada Palestina adalah kota-kota yang tercantum dalam perjanjian perdamaian 1993 namun diduduki kembali Israel pada masa intifada, saat pembicaraan penyelesaian masalah Timur Tengah mengalami kemacetan pada September tahun 2000. Pejabat tinggi Palestina dan Israel menyelesaikan pembicaraan dalam beberapa hari terakhir, pada saat kerja sama dalam keamanan membaik dan lima orang tersangka pelaku bom di Tel Aviv ditahan. Pihak keamanan Israel mengatakan Palestina juga telah memberikan informasi kepada mereka tentang rencana satu kelompok yang berniat memproduksi roket Qassam dan pengeboman dengan media mobil di Kota Jenin. Roket itu akan diarahkan ke wilayah Tepi Barat. Menteri Pertahanan Israel Shaul Mofaz akan bertemu dengan Abbas dalam waktu beberapa hari mendatang dengan tujuan menyelesaikan proses perdamaiaan yang terhenti, kata seorang pejabat Dephan Israel. Raanan Gissin, seorang juru bicara Sharon, mengatakan pertemuan itu akan membahas pemindahan tanggung jawab keamanan dari beberapa kota yang kondisi keamanannya semakin hari semakin membaik. Yang Pertama Setelah empat tahun lebih terjadi kemacetan dialog antara kedua belah pihak pada masa Presiden Yasser Arafat yang dikatakan Israel sebagai penyebab kerusuhan, proses perdamaian dilanjutkan kembali pada masa kepresidenan Abbas. Abbas terpilih Januari lalu untuk menggantikan Arafat yang meninggal dunia November 2004. Pertemuan itu merupakan yang pertama sejak Israel membekukan langkah-langkah perdamaian akibat serangan bom jibaku, kata beberapa sumber Israel, Minggu. Israel membekukan langkah-langkah perdamaian setelah serangan bom jibaku pada 25 Februari, yang menewaskan lima orang Israel di sebuah kelab malam di Tel Aviv. Penarikan pasukan merupakan bagian dari paket janji yang dibuat Israel selama pertemuan puncak 8 Februari di Mesir. Seorang pejabat tinggi Israel memberikan konfirmasi kepada Reuters bahwa pertemuan keamanan diupayakan di setiap tingkat dengan tujuan menyerahkan tanggung jawab keamanan dan memperketat koordinasi dengan orang Palestina.(ant-46) |