| Selasa, 08 Maret 2005 | INTERNASIONAL |
Kebrutalan Tentara AS di Irak Makin TerkuakBAGDAD - Kebrutalan tentara AS di Irak makin terkuak. Setelah kasus penembakan jurnalis Italia, tentara AS kembali dihadapkan pada kasus "salah tembak" yang menimpa seorang tentara Bulgaria. Pemerintah Bulgaria menyatakan Senin kemarin, tentara AS menewaskan salah seorang prajuritnya yang bertugas di Irak. Kasus-kasus salah tembak tersebut makin mencuatkan pertanyaan seputar apakah tentara AS terlalu bersemangat menumpas gerakan-gerakan perlawanan di Irak. Hubungan AS-Italia diliputi ketegangan. Sekitar 10 ribu warga Italia Senin kemarin melayat pemakaman jenazah agen rahasia Italia Nicola Calipari sambil melayangkan protes pada AS. Tentara Bulgaria korban kengawuran AS itu tewas ditembak di Irak selatan Jumat petang pekan lalu. Waktu kejadian nyaris bersamaan dengan penembakan tentara AS terhadap jurnalis Italia Giuliana Sgrena yang baru saja dibebaskan dan sedang menuju ke bandara. Sgrena terluka di bahunya, sedangkan agen rahasia Italia tewas ketika mencoba menyelamatkan Sgrena. Ratusan warga Italia Senin kemarin melayat pemakaman jenazah Calipari di Roma. Menteri Pertahanan Bulgaria Nikolai Svinarov mengatakan, penyelidikan terhadap kematian tentara Bulgaria menunjukkan bahwa dia kemungkinan besar ditembak tentara AS. "Seseorang melepaskan tembakan ke arah patroli kami dari barat. Dari arah barat itu pula, 150 meter jauhnya, ada satu regu tentara AS," kata dia dalam jumpa pers. "Hasil penyelidikan kami menunjukkan cukup bukti bahwa kematian prajurit Gurdi Gurdev adalah akibat tembakan ngawur oleh tentara AS," kata dia. Svinarov mengatakan, KSAD Bulgaria telah menulis surat kepada Jenderal Richard Myers selaku panglima KSAD gabungan AS, untuk meminta penyelidikan atas kasus Belum ada pernyataan resmi dari militer AS soal kasus ini. Tergesa-gesa Banyak warga Irak menyaksikan, pasukan AS terlalu tergesa-gesa melepaskan tembakan dan sering kali menewaskan warga sipil tak bersalah. Pihak militer AS berkilah telah berupaya semaksimal mungkin untuk menekan jumlah korban tak bersalah di pihak sipil. Militer AS menyatakan, mobil yang mengangkut jurnalis Italia itu melaju dengan kecepatan tinggi. Mobil terus melaju meski sudah berulang kali diminta untuk berhenti. Sgrena membantah pernyataan AS. Dia dan kalangan politisi Italia tidak percaya dengan keterangan versi Amerika. Dia mengatakan, mobilnya sengaja ditembak. Di Balad, utara Bagdad, sebuah bom meledak di halaman rumah seorang perwira dan menewaskan 25 orang. Di dekat kota Baquba, gerilyawan menyerang tentara dan polisi dengan bom, mortir dan ranjau darat, Sedikitnya 10 orang tewas. Organisasi sayap Al Qaedah di Irak pimpinan Abu Musab al-Zarqawi menyatakan diri sebagai pelaku serangan itu. "Mujahidin menyergap satu regu tentara di Baquba," demikian pernyataan Organisasi Al Qaedah untuk Perang Suci di Irak.(rtr-gn-52) |