logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 08 Maret 2005 BANYUMAS
Line

Wana Tani di Lahan Miring

PURBALINGGA- Untuk meningkatkan produksi pangan, pemerintah mengembangkan proyek wana tani di lahan berkemiringan antara 15 dan 20 derajat. Kegiatan itu dilakukan kelompok tani. Tanaman yang dianjurkan ditanam adalah kacang-kacangan, jagung, kedelai, dan buah-buahan.

Kepala Seksi Aneka Usaha Hutan Subdinas Perhutanan Sugeng Suyatno menyatakan anggaran pengembangan wana tani Rp 84 juta dari APBN. ''Wana tani kami kembangkan di atas lahan potensial 3.500 ha,'' katanya, kemarin.

Pemerintah, kata dia, telah membangun demplot wana tani 25 ha di Desa Tegalpingen, Kecamatan Pengadegan, yang melibatkan 72 petani. Demplot itu diharapkan menjadi percontohan pengembangan wana tani di Purbalingga.

Sugeng menyatakan secara umum lahan wana tani berada di Purbalingga bagian utara. Sebagian lahan sudah dikerjakan kelompok tani secara swadaya. Hasilnya menjadi milik petani penggarap.

''Kami tak mengharapkan petani menanam singkong di lahan miring itu. Sebab selain rakus unsur hara, singkong tak dapat menahan partikel tanah sehingga tidak bisa menahan erosi jika hujan. Bekas tanaman singkong juga tak bisa dijadikan pupuk alami.'' (F10-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA