logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 08 Maret 2005 BANYUMAS
Line

Fasilitas Owabong Belum Lengkap

PURBALINGGA- Sejumlah pengunjung Objek Wisata Air Bojongsari (Owabong) mengeluh. Sebab, tempat sampah sangat sedikit di lahan hampir 5 ha itu, keran air untuk bilas macet, tempat duduk penunggu di kolam anak kurang, serta tiket tergolong mahal. Selama masa soft-opening sejak 1 Maret, harga tiket Rp 8.000 untuk Senin-Kamis serta Rp 12.000 untuk Sabtu, Minggu, dan hari libur. Jumat tutup.

Waluyo (36), pengunjung dari Purwokerto, Minggu (6/3), terkejut saat mengetahui harga tiket itu. Namun dia tak berkutik ketika ketiga anaknya merengek minta masuk. ''Keluarga saya lima orang. Saya mengeluarkan Rp 60.000 untuk beli tiket karena seorang Rp 12.000. Belum lagi jajan anak-anak. Bisa habis Rp 100.000 hanya ke sini,'' tutur dia.

Dia pun berharap manajemen memberikan potongan harga untuk anak-anak. Para pengunjung hari Minggu itu juga mengeluh karena keran air untuk bilas di ruang ganti dewasa mati. Pengelola segera mendatangkan pompa berdaya besar untuk mengalirkan air ke ruang ganti. Sore hari masalah itu teratasi.

Bupati H Triyono Budi Sasongko mengakui ada beberapa kekurangan. Dia meminta masyarakat sementara waktu memanfaatkan fasilitas yang ada. Keluhan soal fasilitas yang kurang atau tak berfungsi akan segera ditindaklanjuti.

Uji Coba

''Sebenarnya Owabong belum resmi dibuka. Pada 1 Maret kami hanya melakukan soft-opening. Artinya dibuka untuk uji coba. Selama uji coba kami evaluasi sehingga saat grand opening semua kekurangan sudah diatasi,'' kata Triyono.

Dia menuturkan Selasa (15/3) Owabong akan dibuka Gubernur Mardiyanto. Semula peresmian akan dilakukan Rabu (9/3). Namun karena jadwal kerja Gubernur hari itu sangat padat, peresmian diundur 15 Maret.

Dia menyatakan jika memberatkan, tarif anak-anak akan direvisi. Demikian pula tarif rombongan. Namun tarif dewasa kemungkinan tidak berubah.

''Kami akui tarif ini mahal untuk pengunjung lokal. Karena Owabong untuk pelancong dari luar kota yang membawa banyak uang,'' katanya.

Owabong di Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsari, dibangun dengan anggaran Rp 13,5 miliar selama dua tahun. Pengunjung bisa menikmati sensasi ketegangan saat meluncur dari waterboom berketinggian 13 m.(F10-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA