| Selasa, 08 Maret 2005 | BANYUMAS |
Bulog Tak Mau Mengintervensi jika Petani Jual Beras ke PasarPURWOKERTO-Bulog Subdivre IV Banyumas tak akan mengintervensi bila petani dan pedagang menjual gabah dan beras ke pasar. Jadi petani bisa menikmati harga gabah dan beras yang tinggi di pasar saat ini. Harga gabah jering panen di tingkat petani di Banyumas dan sekitarnya kini Rp 1.400/kg. Beras kelas medium seperti IR 64, cisadane, cimalaya bertahan antara Rp 3.100 dan Rp 3.200/kg. Harga pembelian gabah oleh Bulog belum berubah, yakni gabah kering panen Rp 1.230/kg, gabah kering simpan Rp 1.500/ kg, dan gabah kering giling Rp 1.725/kg. Kepala Seksi Analisa Harga dan Pasar Bulog Subdivre IV Imam Pramono, didampingi Hubungan Masyarakat Sugiono, menyatakan tak semua gabah produksi petani diserap Bulog. ''Jika harga pasar lebih tinggi pasti petani atau pedagang memilih menjual ke pasar daripada ke Bulog. Itu boleh-boleh saja dan Bulog tak akan mengintervensi.'' Saat ini, kata dia, Subdivre IV akan melakukan pengadaan pangan tahun 2005. Sudah ada 129 mitra kerja dari Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara yang menjadi kontraktor. Lebih Tinggi Pengadaan beras tahun 2004 sebesar 110.000 ton dan diikuti 99 kontraktor. Jika beras pengadaan tahun lalu sudah digiling, pengadaan tahun ini dimulai. Tiga dari kontraktor pengadaan gabah tahun 2004 terkena sanksi, tak diperbolehkan ikut tahun ini karena kinerjanya jelek dan sebagian gabah yang disetor tak memenuhi syarat. ''Saat ini belum ada gabah yang disetor kontraktor karena baru awal panen raya. Kami belum tahu dan masih menunggu apakah harga pembelian gabah mengacu ke ketentuan lama atau ada kebijakan baru,'' kata Imam. Kini harga gabah di tingkat petani lebih tinggi daripada harga pembelian Bulog. Harga beras pun masih tinggi, yakni Rp 3.100/kg untuk beras kelas medium. Berapa pun hasil panen petani sekarang bisa diserap pedagang. Bahkan pedagang berebut, meski harga Rp 1.400/kg. Gabah IR 64 dan cisadane banyak dibeli dan antre digiling. Namun sebagian besar beras itu dikirim oleh pedagang ke luar Jawa karena di sana laku Rp 4.000/kg. Sekalipun harga beras tinggi, Bulog belum mengadakan operasi pasar. Karena, jika Bulog melakukan operasi pasar dengan harga baku Rp 2.815/kg belum tentu dibeli. Mengingat, beras operasi pasar tidak segar dan sudah dua bulan tersimpan di gudang. Padahal, banyak beras segar tersedia di penggilingan dengan harga antara Rp 2.600 dan Rp 2.700/kg. ''Jika Bulog sekarang mengadakan operasi pasar, beras justru tak laku karena selisih harganya tak banyak. Selain itu secara kualitas kalah bersaing dari beras di pasar." Dia menyatakan beras operasi pasar dari Bulog di pasar hanya dihargai antara Rp 2.400 dan Rp 2.500/kg. Jadi, operasi pasar belum tentu menyelesaikan masalah. (G23-86) |