logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 04 Maret 2005 SALA
Line

Penarikan Dana Porseni Dikeluhkan

BOYOLALI - Beberapa sekolah swasta yang bernaung di bawah Lembaga Pendidikan Ma`arif NU Boyolali dan sekolah swasta lainnya, mengeluhkan adanya bantuan pekan olahraga daerah (Popda) dan Porseni pelajar.

Dalam suratnya bernomer 04/Pan/2005, Panitia Popda dan Porseni meminta partisipasi dana sebesar Rp 1.000 per siswa. Surat yang ditandatangani Ketua Panitia Popda, Mulyono Santoso dan sekretaris Agus Santosa itu, ditujukan kepada Kepala SMP/MTs, SMA/SMK/ MA se-Kecamatan Kota Boyolali. Semua sekolah, diharapkan sudah menyetor bantuan pada 5 Maret 2005.

Pimpinan Cabang Lembaga Pendidikan Ma`arif NU, Setyo Sutrisno saat dihubungi kemarin mengatakan, partisipasi dana untuk Popda bagi sekolah swasta dinilai memberatkan. Sebab, tidak sedikit siswa yang terpaksa menunda membayar SPP lantaran pihak keluarganya tidak mampu. Karena itu, uang Rp 1.000 per siswa sulit dipenuhi oleh pihak sekolah swasta.

Dia mengatakan, segala bentuk kegiatan Popda yang sifatnya program tahunan hendaknya dananya diajukan lewat APBD, bukan iuran siswa. Bila ABPD tidak mencukupi, jangan memberatkan siswa. Sebagian besar kemampuan prestasi olahraga swasta sangat terbatas. Sekolah swasta yang bernaung di bawah Lembaga Pendidikan Ma`arif NU cukup banyak. Perincinnya, Madrasah Ibtidaiyah (MI) 67 buah, MTS tujuh buah, MAN tiga buah, dan SMK dua buah.

Yang merasa keberatan atas bantuan dana tidak hanya sekolah di bawah naungan lembaganya, tetapi di luar itu juga cukup banyak.

Ketua Panita Popda dan Porseni, Mulyono Santoso mengatakan, dibanding kecamatan lain, bantuan Popda sebenarnya relatif kecil. Di salah satu kecamatan, ada yang mencapai Rp 2.500 per siswa, dan tidak menimbulkan masalah. Kalau ada yang merasa keberatan bisa dilakukan kompromi. (shj-85a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA