logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 28 Februari 2005 PANTURA
Line

Menyelamatkan Situs Roban

Oleh: Nur Khasanah

SITUS Roban hanya nama rekaan penulis untuk menyebut benda-benda purba di Batang yang lebih akrab disebut Alas Roban.

Kabupaten Batang sesungguhnya layak dijuluki daerah situs, meski kontribusinya barangkali terlalu kecil jika dibandingkan dengan daerah-daerah lain, seperti Magelang, Banjarnegara, dan Solo.

Selain bernilai seni, benda-benda purbakala bisa dijadikan objek penelitian bagi siapa pun yang berminat menggali aset budaya masa silam.

Apa pun jenisnya, peninggalan purbakala sangat besar nilainya sebagai bukti sejarah peradaban masa silam. Masa ketika tunas-tunas kebudayaan mulai tumbuh dan berkembang.

Di Batang ditemukan benda-benda peninggalan masa silam, seperti Prasasti Kramat (Kecamatan Batang), patung Ganesha (Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal), Prasasti Sojomerto (Kecamatan Reban), dan patung gajah (Desa Rejosari, Kecamatan Tersono). Bahkan belum lama ini juga ditemukan patung antik di Desa Sukorejo, Kecamatan Limpung.

Seperti biasa, penemuan benda-benda antik tersebut selalu diiringi mitos-mitos berbungkus folklore dengan segala bumbu penyedapnya. Justru di sinilah keistimewaannya, selalu saja muncul cerita-cerita aneh yang mengelilingi keberadaan aset masa silam.

Sayang sekali, benda-benda peninggalan zaman purba tersebut hingga kini tidak terawat dengan baik, dibiarkan teronggok dan merana di tempat semula. Rumput dan semak belukar menjadi teman setianya.

Meski ada undang-undang yang menjamin perlindungan terhadap aset-aset purbakala, hingga kini belum ada satu pun lembaga yang secara nyata melindunginya. Akibatnya, benda-benda tersebut rusak oleh tangan-tangan jahil, bahkan ada pihak yang sengaja menjualnya untuk kepentingan pribadi.

Semangat Baru

Kita tidak bisa menyalahkan siapa-siapa karena benda-benda tersebut memang tak bertuan. Perlu tekad dan semangat baru untuk merawat sisa-sisa peninggalan zaman purba di Batang sebagai penghargaan terhadap peradaban masa silam.

Situs Roban perlu diselamatkan agar jejak kebudayaan masa silam tidak rusak oleh tangan-tangan jahil atau hilang ditelan laju industrialisasi yang kian tak terkendali. Usaha penyelamatan aset sejarah ini tentu saja melibatkan pemerintah daerah yang memang berwewenang khusus untuk mengatur dan mengelola aset sejarah yang sudah ada.

Memang, belakangan ini Pemkab melalui Dinas Pariwisata mulai melirik daerah-daerah situs, misalnya Desa Silurah yang dikenal dengan patung Ganesha.

Menurut rencana, desa yang berada di ujung selatan Batang ini akan dijadikan desa wisata. Hal ini merupakan langkah positif untuk menyelamatkan benda-benda purbakala. Setidaknya dengan sering dikunjungi orang, benda-benda purbakala tersebut terhindar dari pencurian. (14j)

- Nur Khasanah, warga lereng Silurah, Wonotunggal Batang.


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA