| Senin, 28 Februari 2005 | NASIONAL |
Yakin Pilkada di Jatim AmanSURABAYA-Kendati banyak kalangan memprediksi bahwa pemilihan kepala daerah (pilkada) di Jatim akan diwarnai konflik sehingga menurunkan kualitas stabilitas keamanan di provinsi ini, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Jatim Dr Soekarwo tetap optimis bahwa pilkada di Jatim berlangsung aman. "Memang, omongnya sekarang seolah-olah pilkada nanti tak aman, tapi insya Allah semuanya berjalan lancar dan aman," kata Soekarwo kepada wartawan, kemarin. Pejabat Pemprov Jatim yang meraih gelar doktor ilmu hukum dari Undip Semarang ini mengemukakan, berdasar ketentuan yang berlaku, tanggung jawab masalah keamanan pilkada berada di tangan polisi dengan back up TNI. "Apalagi, karakter orang Jatim itu terbuka, ya kalau ada persoalan mereka langsung ngomong sehingga tak menjadi bara dalam sekam," tambahnya. Penegasan Soekarwo diperkuat pernyataan Kepala Bakesbang Jatim Agus Syamsuddin MSi. Dia mengemukakan, pilpres tahun lalu di Jatim berlangsung aman. Di samping, masyarakat di tingkat bawah sudah terbiasa dengan model demokrasi langsung seperti yang terjadi dalam proses pemilihan kepala desa (Pilkades), kenyataannya ribuan kali digelar pilkades di desa-desa di provinsi berpenduduk 35 juta jiwa ini tak mewariskan persoalan berat di bidang keamanan, sosial, dan politik. "Apalagi, pilkada itu kan memilih pemimpin pemerintahan di level tengah, seperti bupati atau wali kota. Saya memperkirakan warga tak membabi-buta karena kepentingannya tak terpengaruhi secara langsung," katanya. "Sejauh pihak keamanan tak memiliki kepentingan dengan pilkada, saya yakin proses politik ini berlangsung aman. Pengalaman selama ini, jika pihak keamanan punya kepentingan terhadap suksesi kepemimpinan di satu daerah, ada kecenderungan proses politiknya kurang aman," tambah pengamat politik FISIP Unair Surabaya Haryadi MA. Telah Dewasa Soekarwo mengemukakan, masyarakat Jatim telah dewasa dalam proses demokrasi, khususnya menghadapi pilkada. Karena itu, pelaksanaan pilkada di 16 kabupaten/kota akan berlangsung aman. "Orang Jatim lebih terbuka dan kalau mengambil keputusan dengan tanda petik menjadikan tak aman, mereka akan berpikir dua kali. Tapi ngomongnya memang ramai," katanya sambil tersenyum. Sementara itu, hingga pertengahan 2005 (bulan Juni), di Jatim akan digelar pilkada di delapan kabupaten/kota. Yakni Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Situbondo, dan Kabupaten Ngawi. Anggota KPU Provinsi Jatim Arief Budiman mengatakan, hingga kemarin, belum ada KPUD dari delapan kabupaten/kota tersebut yang menerima pendaftaran cabup/cawali. "Mungkin akhir Maret mulai pendaftaran calon," ujarnya. KPU Jatim bersama KPUD kabupaten/kota sekarang sedang melakukan proses sosialisasi ketentuan-ketentuan tentang pilkada kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) yang sudah terbentuk. Selain itu, KPUD juga melakukan reaktualisasi daftar pemilih dengan memasukkan pemilih baru yang memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan undang-undang dan mencoret pemilih lama yang telah meninggal dunia atau pindah tempat tinggal. (G14-78m) |