| Senin, 28 Februari 2005 | NASIONAL |
Gubernur Ajak Pejabat Buka Keran Komunikasi
KUDUS - Sebagai upaya mewujudkan sebuah pemerintahan yang bersih dan demokratis, sudah saatnya pejabat publik membuka keran komunikasi seluas-luasnya kepada publik sesuai dengan kewenangan yang dimilikinya. Hal itu salah satunya direalisasikan dengan memberikan akses kepada pelaku pers, sebagai pihak yang berkecimpung dalam proses pemberitaan, agar dapat diketahui khalayak. Gubernur H Mardiyanto mengemukakan hal itu dalam acara resepsi Hari Pers Nasional 2005 sekaligus HUT Ke-59 PWI yang diselenggarakan di Pendapa Kabupaten Kudus, Sabtu malam lalu. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD I Jateng H Murdoko, Bupati Kudus Ir HM Tamzil MT, Ketua DPRD Kudus Drs H Asyrofi Masyitho, beserta jajaran Muspida lainnya. Dari unsur pers tampak Ketua PWI Pusat Tarman Azzam, Ketua PWI Jateng Sasongko Tedjo, dan sejumlah anggota PWI dari berbagai kota. Lebih lanjut Mardiyanto menegaskan, pihaknya juga mengharapkan agar pelaku pers dapat mencermati pemberitaan yang dibuatnya. Artinya, kata dia, semua hal yang disodorkan kepada publik melalui sejumlah media massa, merupakan hasil yang objektif dan hanya mendasarkan pada fakta yang ada. ''Insan pers yang profesional tentunya selalu independen dan objektif dan bukan sebaliknya,'' tandasnya. Menanggapi hal itu, Tarman Azzam mengakui beban berat yang ditumpukan pada insan pers, yakni sebagai pihak yang mampu mengoreksi dan mengontrol pejabat publik, hingga yang bersangkutan tidak mengabaikan pelayanan kepada masyarakat, sesuai dengan bidang tugasnya. Tentunya, kata dia membenarkan ucapan Mardiyanto, dapat dicapai bila para pewarta berita mampu bersikap profesional dalam menjalankan tugasnya. Ia juga menambahkan, pada masa sekarang, telah terjadi perubahan sikap antara rakyat dan pejabat. Dulu rakyat selalu takut kepada para pejabat, sedangkan sekarang hal itu justru berbalik, pejabatlah yang ''takut'' kepada rakyat. Hal itu bisa dimungkinkan karena rakyat telah mempunyai pembelajaran politik dan hak serta kewajiban sebagai warga negara, dan salah satunya berasal dari pemberitaan di berbagai media oleh kalangan pers. Secara umum ia mengakui perkembangan pers selama tujuh tahun terakhir ini tidak selamanya ''kebablasan''. Sementara itu, Ketua PWI Jateng Sasongko Tedjo mengingatkan semua pihak, sampai sekarang pers masih terasa terancam kebebasannya karena UU 40/99 tentang Pers, belum dijadikan acuan bagi penegak hukum ataupun sebagai lex specialis. Sebaliknya, kata dia, sebagian masyarakat masih terganggu dengan kebebasan yang kurang ditunjang oleh etika dan profesionalisme. Dalam berbagai kesempatan, pihaknya menerima laporan adanya konflik mengenai hal ini. Dewan Kehormatan PWI Daerah Jateng pun mencatat, masih banyak terjadi pelanggaran etika jurnalistik beberapa tahun terakhir ini. Masih menjadi keprihatinan di kalangan pers dan juga berbagai kalangan masyarakat, termasuk para pejabat. Wartawan Senior Acara yang juga merupakan ajang ''temu kangen'' sekaligus otokritik bagi kalangan pewarta berita itu diwarnai dengan tarian kretek dan peragaan busana. Ketua Panitia Penyelenggara HPN 2005 Jateng Suprapto menyatakan, acara yang juga dimeriahkan tarian oleh Sanggar Puring Sari Kudus, lebih ditekankan untuk mempertajam citra Kudus sebagai tuan rumah HPN tahun ini kepada pihak luar. Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga dikukuhkan Tim Pemantau Pilkada Mapilu Jateng oleh Ketua PWI Jateng Sasongko Tedjo. PWI Jateng juga memberikan penghargaan kepada para wartawan senior yang telah mengabdikan dirinya dalam bidang jurnalistik di Jateng. Untuk kategori penghargaan kesetiaan pada profesi kepada wartawan yang telah lebih dari 30 tahun mengabdi dan masih aktif hingga kini, diberikan kepada Drs Sutrisna (mengabdi sejak 1966) dan Dra Sri Humaini As (1968), keduanya dari Suara Merdeka, Soetjipto SH (1968/Wawasan), serta Joko Sarwono (1966) dan M Zuhdi (1965) dari Tabloid Inspirasi, juga Drs Tien Soedarto BE (1965/Suara Karya) dan Suharyono Karto Wiyono (1972/SKM Minggu). Kategori penghargaan Pengabdian kepada PWI diberikan kepada seorang pegawai di lingkungan kantor Sekretariat PWI yang telah bekerja sejak 1974, Suhirno. Adapun kategori Mitra Setia PWI, diberikan kepada PT Indofood Sukses Makmur Jateng - DIY, PT Djarum Kudus, PT Gazali Inti International, dan PT Suara Merdeka Press. (H8-90,58m) | ||||