logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 28 Februari 2005 NASIONAL
Line

Guruh: PDI-P Sekarang Sedang Bobrok

  • Bantah Gembosi Mega

KEBUMEN - Kader PDI-P Guruh Soekarnoputra menyatakan ibarat kendaraan, saat ini kondisi partainya sedang bobrok dan terpuruk. Namun masih banyak orang ewuh pekewuh untuk melakukan pembaharuan.

''Sebagai anggota partai, saya terpanggil. Demi perbaikan partai, saya benar-benar siap maju dalam Kongres PDI-P nanti sebagai ketua umum,'' tegas Guruh dengan suara berapi-api, saat berpidato di Gedung Haji Kebumen, Minggu sore kemarin.

Pada Deklarasi Gerakan Pembaharuan PDI-P se-Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen (Barlingmascakep) itu Guruh didampingi antara lain Sukowaluyo Mintohardjo, Imam Mundjiat, serta H Mardijo. Acara itu dihadiri sekitar 500 massa dari berbagai daerah.

Guruh membantah pencalonan diri dan gerakannya itu untuk menggembosi kakaknya, Megawati Soekarnoputri dalam Kongres mendatang. Ia justru menyarankan kadernya untuk tetap bersatu. Sebab sejarah membuktikan, dengan persatuan dan kesatuan, bangsa Indonesia bisa merdeka.

Dia mengaku telah bertemu kakaknya, Megawati selaku Ketua Umum DPP PDI-P. Dalam beberapa pertemuan, Guruh menyatakan sering didatangi kadernya agar dia tampil ke depan menggantikan kakaknya.

Karena itu, lanjut Guruh, ia lalu berdiskusi dan Mega menyambut baik. Namun sebagai anggota partai, Guruh diminta untuk turun ke bawah menggalang dukungan dan menyerap aspirasi langsung dari rakyat.

''Sejak itulah saya benar-benar terjun ke bawah menggalang dukungan. Ini bukan main-main. Saya serius dan siap untuk maju guna menampung aspirasi saudara semua,'' tandas dia yang mengenakan baju merah hati dan jaket hitam.

Dia juga menantang kadernya di daerah agar berani, seperti dia yang berani berhadapan dengan Ketua Umum. Apalagi Gerakan Pembaharuan yang dirintis bersama sejumlah tokoh, tidak lain untuk melakukan pembenahan dan perbaikan partai.

Namun Guruh sadar, masih banyak orang yang saat ini diam lantaran kendala budaya ewuh pekewuh. Demi masa depan partai, dia mengajak para pendukungnya bisa membedakan sikap. Yakni sikap sebagai pribadi, sebagai sesama anggota partai atau sebagai masyarakat. Dalam kondisi sekarang, tidak ada kata lain, PDI-P memerlukan pembaharuan menyeluruh.

Dia juga berpesan kepada utusan Kongres PDI-P maupun penggembira, mulai sekarang bersikap tegas dan tidak perlu malu-malu menyuarakan hati nurani. Sebab dari kunjungan ke berbagai daerah, dukungan terhadap gerakan pembaharuan itu terus meningkat dan makin menguat.

Namun Guruh wanti-wanti kepada para kader di Jateng agar dalam memperjuangkan aspirasinya, tetap mempertahankan persatuan. Jangan sampai ada perpecahan. Sebab baginya, persatuan merupakan modal paling mahal dan tak ada bandingannya.

Guruh mengaku bahwa sikapnya itu bukan untuk memecah belah PDI-P. Namun ia enggan menjawab ketika ditanya bila kalah dalam kongres, apakah gerakan diteruskan dengan mendirikan partai baru atau tetap di PDI-P.

''Itu belum terpikirkan. Kita tetap berada di PDI-P guna perbaikan partai. Yang penting menurut saya, fokus dan tujuan kita saat ini untuk memperbaiki PDI-P,'' ujar dia.(B3-58m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA