| Senin, 28 Februari 2005 | NASIONAL |
Penemuan 25 Pucuk M-16Petugas Teruskan PenyisiranKEBUMEN - Hingga Minggu sore kamarin, petugas Resmob Polda dan Polres Kebumen masih melanjutkan pencarian senjata api ke muara Sungai Wawar di perbatasan Mirit-Purworejo. Sebab pada Sabtu lalu, setelah tim melakukan pencarian di muara bawah Jembatan Suwuk, sore harinya langsung meluncur ke Jembatan Wawar. Berhubung sudah petang, pencarian dilanjutkan Minggu kemarin. Bahkan menurut rencana, Senin ini, petugas akan menyisir kembali beberapa tempat. Namun aparat tak berkomentar banyak soal pencarian senjata dan bahan peledak itu. Sementara itu seperti biasa, Minggu kemarin, sejumlah orang yang hobi mancing berada di sekitar muara Kali Suwuk dekat Jembatan Karangbolong, Kebumen. Warga sekitar juga beraktivitas. Ada yang mancing, menjaring ikan di laut atau ke sawah. Beberapa orang masih asyik memancing di tepi Jembatan Karangbolong. Mereka umumnya warga dari luar Desa Tambakmulyo, Kecamatan Puring. Ada yang sengaja memancing dari Gombong, Kebumen, Cilacap, dan Banyumas. Namun sebagian warga masih tidak tahu, di tempat itu, tepatnya di dasar muara sungai pada Sabtu lalu, Tim Resmob Polda Jateng yang dibantu Polres Kebumen berhasil menemukan 25 pucuk senjata api laras panjang jenis M-16 dan sebuah FN. Bahkan dua kotak amunisi atau peluru, ikut pula ditemukan dari dasar sungai tersebut. Ny Maryati (36) misalnya, satu-satunya penjual makanan yang buka warung di mulut Jembatan Karangbolong itu sama sekali tak tahu bila beberapa hari terakhir, ada aktivitas perburuan barang bukti senjata api dan bahan peledak. Setahu dia, pada Sabtu pagi itu ada beberapa mobil berhenti. Kemudian sejumlah orang turun, ada yang di tepi dan ada yang masuk sungai. Di antara mereka, ada yang berpakaian selam dan mengenakan kacamata. Tiap penyelam lama sekali berada di dasar muara sungai yang airnya keruh karena banjir. Malah beberapa orang berbadan kekar itu beberapa kali menembaki ikan di sungai. Hanya ada satu dua warga di Desa Tambakmulyo, Kecamatan Puring yang berbatasan dengan Pantai Karangbolong di timur jembatan sedikit curiga. Seorang warga, Sujangi (53), siang itu usai mencari ubur-ubur di laut mencoba mendekat ke muara sungai di perbatasan Kecamatan Buayan dan Puring tersebut. Namun buru-buru petugas tinggi kekar berpakaian preman mencegahnya. ''Jangan mendekat. Kalau ingin lihat, dari atas jembatan saja. Ini sedang latihan, nanti pelurunya bisa meledak lho,'' ucap Sujangi menirukan seorang anggota polisi. Memang siang itu sekitar pukul 11.00, polisi sudah menepi dan menemukan puluhan senpi jenis M-16 dari dasar sungai. Berkali-kali warga melihat orang yang mengenakan pakaian selam menyelam ke dalam, lalu menepikan senjata api tersebut berjejer di tanggul sebelah timur. Warga yang sempat melongok ke tanggul sungai itu, terperanjat saat menjumpai sudah ada puluhan senjata berukuran cukup panjang. Warga setempat ada yang berucap, senjata api itu mirip senjata yang dipakai pasukan GAM, seperti ia lihat dalam tayangan berita televisi selama ini. Beberapa saat kemudian, warga juga melihat dua kotak kayu dengan lebar sekitar 50 cm dan tinggi sekitar 30 cm, diangkut empat orang. Mereka seperti membawa barang yang berat dari tengah sungai yang dalamnya lebih dari empat meter. Sesampai di tepi, warga memergoki polisi membuka kotak kayu yang ternyata berisi peluru. Bahkan, peluru-peluru atau amunisi tersebut masih terbungkus kardus yang basah. ''Kira-kira sebesar jari telunjuk,'' imbuh Yadi, seorang pemuda Suwuk. Sumber resmi menyebutkan, jumlah peluru yang ditemukan petugas Resmob Polda dan Polres Kebumen di bawah Jembatan Suwuk dan Jembatan Wawar itu tidak tanggung-tanggung. Konon kabarnya sampai 10.000 butir peluru. Yono (54), seorang pemancing dari Desa Sedayu Gombong mengakui yang paling sering mencari ikan di muara Kali Suwuk tersebut. Apalagi di malam hari pun kadang ramai. Terlebih saat kondisi air sedikit jernih. ''Di sini banyak ikan belanak dan kating. Kami paling suka memancing dari atas jembatan,'' ucap Yono. Namun ia sama sekali tidak tahu, sejak beberapa hari terakhir di lokasi itu ada sejumlah petugas Resmob Polda dan Polres tengah menelusuri senjata api dan amunisi di sungai itu. Hanya pada Kamis malam lalu sekitar pukul 23.00, dua pemancing asal Langenujung Buayan mengaku memergoki sekitar lima mobil berhenti di dekat jembatan. Di malam tersebut, kedua pemancing seperti biasa tengah menunggu kail dari atas jembatan. Beberapa penumpang mobil yang berbadan kekar (yang tentunya polisi), lalu berjalan di trotoar tepi jembatan. Beberapa kali sorot lampu diarahkan ke tepian jembatan. Ketika si pemancing itu bertanya, petugas Resmob itu hanya bilang,''Nggoleki wesi bunder ana bolongane cilik-clilik,''ucap orang tersebut. Anehnya, lanjut pemancing tadi, orang-orang asing tersebut juga menanyakan berapa kedalaman air di bawah jembatan itu. Spontan lelaki asal Buayan tersebut menjawab.''Lebet pak, wonten gangsal meteran,'' (dalam pak, ada 5 meter red). Beberapa petugas itu ada yang bergumam setengah kaget.'' (B3-33m) |