| Senin, 28 Februari 2005 | NASIONAL |
Kebangetan jika DPP PPP Tolak Hasil SilatnasJAKARTA - Ketua DPP PPP Surya Darma Ali berpendapat keterlaluan jika DPP tidak mau menerima hasil Silaturahmi Nasional (Silatnas) PPP yang meminta agar muktamar dipercepat. "Ya kalau DPP tak terima ya kebangetan (keterlaluan)," kata Surya Darma dalam jumpa pers hasil Silatnas PPP di Hotel Sahid, Jl. Thamrin, Jakarta, Minggu (27/2). Surya Darma ditunjuk forum Silatnas agar menyerahkan hasil pertemuan itu kepada DPP PPP. Dia berjanji akan melakukan upaya sekuat tenaga agar terjadi persamaan persepsi antara sikap DPP dan hasil silatnas. Silatnas PPP yang digelar 25-26 Februari di Hotel Sahid mengimbau DPP agar mempercepat pelaksanaan muktamar yang dijadwalkan 2007 menjadi 2005. Silatnas juga meminta Hamzah Haz selaku Ketua Umum DPP agar memelopori pembaharuan PPP. Isu silatnas akan meminta digelar MLB tak terwujud. Surya Darma mengatakan, paling lambat dalam satu minggu ini akan menyampaikan hasil Silatnas tersebut ke DPP. Ia membutuhkan waktu sekitar satu minggu karena masih harus meminta waktu untuk bertemu Hamzah. Dia yakin Silatnas itu tidak akan menyebabkan perpecahan di tubuh PPP. Pasalnya hasil Silatnas sifatnya hanya imbauan bukan keputusan resmi. Selain itu Silatnas juga tetap menempatkan Hamzah sebagai pimpinan dengan memintanya memelopori pembaharuan PPP. "Masa imbauan yang begini bagus tak diterima? Ini kan otokritik," katanya. Bila menolak hasil Silatnas, menurut Surya Darma, itu merupakan hak Hamzah Haz. Silatnas tidak akan mengeluarkan ancaman apa-apa. Jateng Mendukung Hasil Silatnas yang merekomendasikan muktamar dipercepat pada 2005, dinilai merupakan keinginan sejak awal dari DPW Jateng bersama DPC-DPC. Muktamar dipercepat tersebut dinilai yang paling kecil dampak buruknya. ''Jadi muktamar dipercepat memang keinginan kami sejak awal sesuai dengan hasil muskerwil (musyawarah kerja wilayah-Red). Memang itu yang menjadi sikap Jateng,'' kata Sekretaris DPW PPP Jateng Drs H Imam Munadjat SH MS, Minggu (27/2). Jika harus menggelar muktamar luar biasa (MLB), menurutnya, ada beberapa syarat yang harus dilalui, misalnya ada pelanggaran berat yang dilakukan DPP. Selain itu harus merupakan usulan dari 50% + 1, baik DPW maupun DPC se-Indonesia. Jika DPP tidak bersedia menggelarnya meskipun syarat terpenuhi, bisa diselenggarakan oleh kader-kader yang menghendaki MLB tersebut. Karena itu, menurutnya, selain ada syarat yang mengikat, jika dilakukan MLB akan menyisakan dampak psikologis yang tidak enak dan tak menguntungkan partai ke depan. Kepengurusan DPP hasil MLB juga hanya sampai 2007, sesuai dengan berakhirnya masa kepengurusan DPP di bawah pimpinan Hamzah Haz. Dengan muktamar yang dipercepat pada 2005, kata Imam, ada waktu yang cukup untuk melakukan persiapan dan konsolidasi internal partai menyongsong Pemilu 2009. Lain halnya jika dilakukan MLB pada 2005 yang dinilai akan menyisakan dampak psikologis tak enak. Tidak menutup kemungkinan, katanya, ketika dilakukan MLB ada yang suka dan tidak suka atas hasil tersebut. Belum selesai menata kembali akibat persoalan yang muncul jika ada MLB di 2005, pada 2007 sudah dihadapkan pada muktamar lagi. ''Tentu akan muncul dampak psikologis lagi,'' katanya. Lebih Segar Wakil Sekretaris DPW PPP Jateng Masruhan Samsurie menambahkan, ada harapan PPP untuk tampil lebih segar jika DPP mengakomodasi hasil silatnas. 'Kebetulan hasil silatnas yang merekomendasikan muktamar dipercepat sesuai dengan hasil muskerwil DPW Jateng," tandasnya. Berkaitan dengan itu, lanjut dia, PPP se-Jateng melakukan konsolidasi mulai dari tingkat ranting, anak cabang, cabang dan wilayah. Konsolidasi itu berakhir pada bulan September tahun 2005 ini. "Dengan demikian, jika pada akhir 2005 digelar muktamar dipercepat, maka PPP Jateng sudah siap karena sudah mengadakan penataan organisasi." Menurut Ketua FPP DPRD Jateng itu, saat ini bukan zamannya lagi DPP dipimpin oleh genersi tua, seperti Bachtiar Chamsjah, Zarkasih Nur, Tosari Wijaya, dan lainnya. Mereka adalah kader-kader tua yang sudah saatnya menjadi pembimbing bagi kader-kader muda untuk memberi jalan bagi munculnya kader muda, seperti Lukman Saifuddin Zuhri, Arif Muzdasir Madan, Usamah Hisam, dan lainnya. "Tanpa keberadaan generasi muda, maka jangan harapkan ada perubahan mendasar untuk PPP ke depan," tandasnya. (G7,D10,bn-33,78m) |