logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 28 Februari 2005 INTERNASIONAL
Line

Saudara Tiri Saddam Hussein Ditangkap

BAGDAD - Pemerintah Sementara Irak, Minggu kemarin, mengumumkan Sabawi Ibrahim al-Hasan al-Tikriti, saudara tiri Saddam Hussein, telah ditangkap.

Mantan kepala intelijen dan penasihat utama Saddam Hussein itu bakal ditahan setidaknya selama setahun. Sabawi berada di nomor 36 dalam daftar buronan Irak yang disusun militer AS.

Beberapa bulan lalu, sejumlah pejabat Pemerintah Irak mengatakan Sabawi adalah salah seorang dari dua eks anggota Partai Baath yang mengatur serangan gerilya dari Suriah.

Dalam suatu konfirmasi penangkapan Sabawi, Pemerintahan Sementara Irak menyatakan akan menangkap semua penjahat yang melakukan pembantaian. Pemerintah juga akan menyeret ke pengadilan orang-orang yang tangannya berlumuran darah rakyat Irak.

Sabawi, yang kepalanya dihargai satu juta dolar AS, adalah buron pertama yang ditangkap sejak Februari 2004. Februari tahun lalu, Muhammad Ziman al-Sadun (buron bernomor 41) dijebloskan ke tahanan.

Belasan dari 55 buron Irak masih bebas berkeliaran. Demikian pula, Izzat Ibrahim al-Douri, buron nomor enam yang merupakan salah satu pembantu terdekat Saddam.

Serangan Bom

Watban dan Barzan, saudara Ibrahim yang menjadi buronan nomor 37 dan 38, ditangkap April 2003. Keduanya ditahan di sebuah kamp militer AS di pinggir Kota Bagdad.

Keduanya bakal diadili dalam beberapa bulan mendatang, bersama 10 tahanan lainnya, termasuk Saddam Hussein. Saddam adalah orang pertama yang akan diajukan ke pengadilan khusus Irak tersebut.

Jumat lalu, Pemerintah Irak mengumumkan penangkapan Abu Qutaybah, pembantu dekat Abu Musab al-Zarqawi (pemimpin Al Qaedah di Irak dan otak sejumlah serangan di Irak).

Pria lainnya yang ditangkap bersama Qutaybah adalah Abu Uthman. Menurut Pemerintah Irak, Uthman mengatur pertemuan-pertemuan Zarqawi dengan militan lain dan dia sering bertindak sebagai sopir.

Meski operasi militer dilancarkan terhadap kaum gerilyawan yang melumpuhkan Irak selama hampir dua tahun terakhir, serangan-serangan bom jibaku, aksi-aksi penyergapan, dan bentrok senjata tetap saja berkobar setiap hari.

Bom meledak di sebuah gedung pemerintah di dekat Kota Mosul, Irak utara, kemarin. Delapan orang tewas dan empat lainnya luka-luka.

Di Kota Musayyib, sebelah selatan Bagdad, polisi menemukan lima mayat. Semuanya dengan beberapa luka tembak di kepala. Tangan mereka diborgol di punggung.

Di dekat Bagdad, sebuah mobil yang ditumpangi seorang wartawan Alhurra, televisi Irak yang didanai AS, diserang gerilyawan. Sopir nya tewas dan wartawan Alhurra terluka.

Pembunuhan Wartawan

Serangan itu terjadi setelah beberapa aksi pembunuhan terhadap para wartawan selama dua pekan terakhir.

Jasad wanita penyiar berita itu ditemukan di pinggir jalan, Sabtu lalu. Penyiar itu diculik di Mosul sepekan lalu ketika dia mengendarai mobil bersama putrinya yang berusia 10 tahun. Bocah perempuan itu kemudian dibebaskan.

Itulah sebabnya, tugas pertama pemerintahan baru Irak hasil pemilu 30 Januari lalu adalah mengakhiri serangan gerilya.

Persaingan politik untuk membentuk pemerintahan baru, termasuk menentukan siapa yang menjadi perdana menteri (PM), telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir. Sejauh ini, belum ada tanda-tanda kasak-kusuk jabatan politik itu bakal mereda.

Dua orang dicalonkan menjadi PM, yakni Ibrahim al-Jaafari dan Iyad Allawi. Jaafari adalah dokter dan mantan pejuang Irak di pengasingan. Dia dicalonkan oleh Aliansi Irak Bersatu (AIB), koalisi Syiah religius yang meraih 140 kursi di Majelis Nasional yang beranggota 275 orang.

Sementara Iyad Allawi adalah PM sementara sekarang. Dia dicalonkan oleh aliansi Syiah sekuler, yang memiliki 40 kursi di parlemen baru Irak tersebut. (rtr-ben-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA