| Senin, 28 Februari 2005 | INTERNASIONAL |
Palestina Diminta Tindak MilitanJERUSALEM - Perdana Menteri Israel Ariel Sharon, Minggu kemarin, mengancam akan menghentikan proses perdamaian dengan Palestina kecuali mereka melakukan "tindakan keras" terhadap kelompok militan. Sharon meminta Palestina menyapu bersih kelompok-kelompok militan, sebagai respons pengeboman di Tel Aviv. Sharon juga mengatakan, upaya-upaya perdamaian ditangguhkan sampai Palestina mengambil langkah-langkah tegas terhadap militan. Berbicara dengan nada keras dalam rapat kabinetnya, PM Israel itu mengancam akan melancarkan aksi militer terhadap kaum militan, apabila Presiden Palestina Mahmud Abbas tidak bertindak. Itu merupakan ancaman pertama Sharon kepada Palestina, setelah kedua pemimpin tersebut menyatakan gencatan senjata dalam suatu pertemuan puncak 8 Februari lalu di Mesir. Sharon mengatakan hal tersebut dalam pertemuan kabinet yang pertama sejak ledakan bom hari Jumat malam yang menewaskan empat orang di luar sebuah klub malam di Tel Aviv. Dia mengatakan kelompok teror dan infrastrukturnya di daerah Otorita Palestina harus dihancurkan. Pemimpin Palestina Mahmud Abbas telah bertekad untuk menghukum mereka yang bertanggung jawab. Jihad Islam Mengaku Kantor kelompok militan Jihad Islam di Damaskus menyatakan mereka yang melakukan tindakan bom jibaku hari Jumat tersebut. Israel menuduh Suriah mendukung kelompok militan tersebut, namun juru bicara Departemen Luar Negeri Suriah mengatakan negerinya tidak terlibat, dan mereka telah menutup kantor Jihad Islam di Damaskus. Ledakan di Tel Aviv itu merupakan pukulan besar atas gencatan senjata yang sudah disetujui antara Sharon dan Abbas dalam KTT di Mesir awal bulan ini. Tujuh orang telah ditahan oleh pihak keamanan Israel dan Palestina atas ledakan tersebut, yang juga melukai sekitar 50 orang. Dalam pidato yang disiarkan televisi, Sharon mengatakan tugas utama Abbas setelah bom itu adalah mengambil tindakan terhadap Jihad Islam. Bila tidak ada tindakan yang diambil, maka "Israel akan meningkatkan tindakan militer yang dimaksudkan untuk melindungi nasib warga Israel," kata Sharon. Dan Sharon memperingatkan bahwa usaha perdamaian akan dibatalkan bila tindakan itu tidak dilakukan. "Tidak akan ada kemajuan diplomatik, saya ulangi, tidak ada kemajuan diplomatik, sampai Palestina melakukan tindakan keras guna menghancurkan kelompok teror dan infrastruktur di daerah kekuasaan otorita Palestina," kata Sharon kepada kabinet Israel. Israel telah mengumumkan pembekuan rencana penyerahkan lima kota di Tepi Barat kepada pasukan keamanan Palestina, yang sebelumnya sudah dijanjikan dalam KTT di Mesir. Mengakui mereka bertangung jawab atas serangan ke Tel Aviv, seorang pejabat Jihad Islam di Damaskus mengatakan bom itu adalah balasan atas pelanggaran Israel terhadap gencatan senjata. (rtr-bbc-46) |