logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 28 Februari 2005 INTERNASIONAL
Line

Disembunyikan di Terowongan

PARIS - Iran mungkin menyembunyikan teknologi nuklirnya di terowongan khusus karena ada ancaman serangan Amerika. Hal itu diungkapkan Hassan Rowhani, ketua tim juru runding nuklir Teheran, Jumat lalu.

Ketika ditanya koran Le Monde mengenai kebenaran laporan bahwa Iran membangun terowongan untuk menyembunyikan aktivitas nuklirnya, Rowhani menjawab laporan itu mungkin saja benar.

"Karena Amerika mengancam akan menyerang fasilitas-fasilitas nuklir kami, apa yang harus kami lakukan? Kami tentu saja harus menyembunyikannya di suatu tempat," kata Rowhani.

Presiden George W Bush, yang menjuluki Iran sebagai bagian dari "poros kejahatan" bersama Korut dan Irak sebelum diinvasi, bersikukuh bahwa Teheran tidak boleh mengembangkan senjata nuklir.

Namun dia mengatakan di Brussels (Belgia), Selasa lalu, sungguh konyol mencurigai AS berencana menyerang Iran menyangkut dugaan program nuklirnya.

"Saya kira, semua opsi akan dibicarakan," kata Bush setelah membahas isu itu dengan sekutu Eropa.

Dalam wawancara dengan Le Monde, Rowhani tidak terpengaruh oleh pernyataan Bush bahwa dugaan AS akan menyerang Iran adalah konyol.

"Bush segera menambahkan bahwa semua opsi masih terbuka. Jadi, kalimat kedua itu telah meniadakan pernyataan pertama," kata juru runding Iran tersebut.

Serangan Militer

Pekan lalu, Bush mencoba menepiskan pembicaraan tentang serangan militer, dalam serangkaian wawancara sebelum kunjungannya ke Eropa. Isu aksi militer berulangkali merebak sejak AS menginvasi Irak dengan dalih Bagdad menyembunyikan senjata pemusnah massal.

Kamis lalu, dia menegaskan kembali bahwa Iran dan Korut tidak boleh memiliki senjata nuklir. Dia mengatakan dalam konferensi pers bersama Vladimir Putin bahwa dia sepakat dengan pandangan Presiden Rusia itu.

"Saya menghargai pengertian Putin mengenai masalah ini," kata Bush. Presiden AS itu juga mengungkapkan dukungannya pada upaya-upaya delegasi Eropa yang berunding dengan Teheran untuk menghentikan aktivitas pengayaan uranium Iran.

Teheran untuk sementara menghentikan program pengayaan uraniumnya, dalam suatu kesepakatan yang dicapai dengan Uni Eropa (UE).

Iran mengatakan akan memutuskan pada pertengahan Maret mendatang, apakah akan tetap menghentikan aktivitas pengayaan uranium atau tidak. Semua itu bergantung pada hasil perundingan dengan Inggris, Prancis, dan Jerman.

AS menuduh menuduh Iran memiliki program rahasia senjata nuklir. Namun Teheran bersikeras aktivitas nuklirnya hanya untuk kepentingan damai.

Rowhani mengatakan di Berlin, Jumat lalu, setelah putaran pembicaraan dengan tiga negara Eropa itu bahwa Teheran berharap segera membahas kesepakatan dengan tim perunding Eropa, tentang program pengayaan uranium Iran.

Dia menambahkan, setiap orang tentu ingin menemukan solusi yang cepat terhadap persoalan nuklir itu.

Langkah Positif

"Kami yakin bahwa kami akan memperoleh hasil Maret, setelah ada langkah-langkah positif dari semua pihak," tambahnya. "Hasil perundingan itu bukan hanya memengaruhi program nuklir Iran, melainkan juga perkembangan hubungan antara Iran dan Eropa."

Dia mengatakan kepada Le Monde, membawa isu nuklir itu ke Dewan Keamanan PBB untuk akhirnya dijatuhkan sanksi (sebagaimana ancaman Bush) hanya akan mengubahnya menjadi masalah "Utara-Selatan". Hal itu akan mengadu domba antara negara-negara berkembang dengan negara-negara kaya.(yahoo-ben-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA