| Senin, 28 Februari 2005 | EKONOMI |
sekilas ekonomiTolak Perluasan HipermarketJAKARTA-Safari motor anggota Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) yang menyinggahi pasar tradisional di DKI Jakarta, Jabar, dan Jateng sejak 22 Februari telah mengumpulkan 500.000 tanda tangan pedagang untuk menolak perluasan jaringan hipermarket di Indonesia. ''Perjalanan safari kami menyinggahi ratusan pasar tradisional dengan rute Jakarta-Cirebon-Tegal-Semarang-Solo-Yogyakarta-Purworejo-Pangandaran-Tasikmalaya-Bandung-Cianjur-Bogor-Jakarta,'' kata Ketua Umum DPP APPSI Ibih Tb Hasanfinish ketika finis di Plasa Timur Gelora Bung Karno, semalam. Aksi itu bertujuan menuntut pemerintah agar mengelola pasar tradisional secara profesional. (bn-53) Kandatel Solo Bantu Usaha Kecil BOYOLALI-Kandatel Solo Maret ini akan meluncurkan bantuan dana bagi pengusaha kecil dan koperasi melalui program Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK). Tahun ini disiapkan dana senilai Rp 500 juta. ''Tahun lalu dana bantuannya Rp 700 juta. Saat ini kelompok peminjam di Kandatel Solo sekitar 85,'' kata General Manager Kandatel Solo, Teguh Prasetyo, saat mendampingi Bupati Boyolali meresmikan Desa Tumang (Cepogo) sebagai desa digital, baru-baru ini. Bantuan yang diberikan berkisar Rp 5 juta-Rp 20 juta. Mereka yang menerima dikenai bunga 4% per tahun dan harus mengembalikan selama dua tahun. ''Penerima bantuan ternyata mengalami peningkatan usaha. Itu dibuktikan oleh pengembalian pinjaman yang lancar. Hanya kami belum mendata seberapa perkembangan usaha mereka,'' tambahnya.(sri-82) |