| Senin, 28 Februari 2005 | EKONOMI |
Industri Minyak Atsiri Kenanga BoyolaliPermintaan Ekspor Meningkat, Bahan Baku TerbatasMINYAK atsiri kenanga adalah salah satu produk unggulan Kabupaten Boyolali. Bahan baku minyak wangi atau parfum itu mampu menembus pasaran dunia. Antara lain AS, Prancis, Singapura, Inggris, dan Jerman. Namun di tengah permintaan pasar dunia yang meningkat, kian sulit memperoleh bahan bakunya berupa tanaman bunga kenanga. Hanya ada lima daerah di Jateng yang bisa memasok, itu pun dalam jumlah terbatas, di antaranya Kabupaten Boyolali, Klaten, Ungaran, dan Sukoharjo. Mugimin (50), salah satu perajin minyak atsiri kenanga warga Desa Bendan, Kecamatan Banyudono, Boyolali, mengatakan kesulitan bahan baku menjadi kendala utama produksi. Usahanya tidak bisa berproduksi dalam kapasitas besar jika jumlah bunga kenanga terbatas. Untuk mengatasi kelangkaan bahan baku telah ditempuh berbagai cara. ''Misalnya melakukan pembibitan tanaman bunga kenanga serta mencari di luar lima kabupaten dan kota di Jateng yang selama ini menjadi pemasok,'' tuturnya. Dalam kondisi normal, menurut dia, produksi minyak atsiri Boyolali mencapai 1,8 ton per tahun dengan tiga kali masa panen. Namun jika terjadi panen raya atau empat kali panen produksi produksinya mampu mencapai 2-2,5 ton dalam setahun. ''Pemasaran ke luar negeri melalui eksportir di Semarang. Kami tinggal mengirimkan dan selanjutnya diangkut ke berbagai negara,'' ujar perajin berpengalaman itu. Proses Penyulingan Sebagian besar proses penyulingan minyak atsiri kenanga masih dilakukan secara sederhana. Sebelum penguapan dalam ketel, para pekerja merajang bunga dalam ukuran kecil. Setelah itu dimasukkan ketel untuk dipanaskan selama sehari. Setelah pemanasan dan pengadukan dirasa cukup lalu disuling, yakni minyak dalam ketel dimasukkan dalam jerigen. Mugiono mengatakan keterbatasan bahan baku juga menyebabkan penyerapan tenaga kerja terbatas. Sebaliknya, jika panen raya pihaknya mengerahkan tenaga kerja hingga puluhan orang. Usaha yang sudah ditekuni puluhan tahun itu tidak hanya membantu mengatasi pengangguran, melainkan juga mendatangkan keuntungan bagi para pedagang atau petani bunga kenanga. ''Jika panen raya maka pedagang yang menyetor bunga kenanga bisa ratusan,'' ujarnya. Industri rumahan yang digeluti ternyata menarik perhatian dan dikunjungi oleh banyak akademisi, pengusaha, serta komunitas industri. Mereka datang untuk mengenal lebih dekat proses pembuatan minyak atsiri kenanga. Dia dan puluhan perajin lainnya di Boyolali kewalahan memenuhi permintaan pasar dunia, karena minyak atsiri kenangannya dinilai berkualitas dan termasuk industri langka. ''Sayang, bahan baku terbatas sehingga kapasitas produksi yang kami miliki kurang bisa optimal,'' tuturnya.(Suti Harjoyo-53) |