logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 28 Februari 2005 EKONOMI
Line

BTN Siap Menjadi Bank Jangkar

JAKARTA-Bank BTN menyatakan siap jika ditunjuk menjadi salah satu anchor bank atau bank jangkar dari tiap strata bank umum sesuai dengan Arsitektur Perbankan Indonesia (API).

"Kami sudah memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk bisa menjadi bank jangkar yang fokus di bidang perumahan," kata Direktur Utama Kodradi di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, sesuai dengan strategi API nanti masing-masing strata bank memiliki bank jangkar sehingga Bank BTN tinggal dinilai kelayakannya untuk ditempatkan dalam posisi tersebut.

Bank jangkar, lanjut dia, harus memenuhi sejumlah kriteria, permodalan yang kuat, pengalaman pada fokus bisnisnya, kualitas sumber daya manusia (SDM) yang memadai, basis nasabah yang kuat, dan penerapan tata kelola usaha yang baik atau good corporate governance.

Kodradi menegaskan seharusnya Bank BTN tetap memiliki hak hidup untuk tidak dimerger. Apalagi sesuai dengan persyaratan API sudah layak sebagai bank yang fokus di bidang perumahan.

''Modal kami sudah di atas Rp1 triliun yang berarti telah melebihi persyaratan sebagai bank fokus yang ditentukan antara Rp 100 miliar dan Rp 10 triliun,'' tambahnya.

Berpengalaman

Pihaknya juga telah berpengalaman pada fokus bisnis, yakni perumahan. Sampai 20 tahun lagi bisnis itu masih diperlukan. Bahkan mungkin untuk selamanya karena semua orang butuh rumah baik subsidi maupun nonsubsidi. ''Cakupan bisnis kami sudah menasional yang bisa dibuktikan oleh sebaran kantor cabang mulai Aceh hingga Jayapura,'' tuturnya.

BTN, kata dia, telah pula menerapkan tata kelola usaha yang baik dan manajemen risiko. Bahkan prinsip tersebut telah diterapkan sebelum Menteri Negara BUMN mengeluarkan edaran pada 2002.

Dari segi SDM, lanjut dia, banknya sudah memiliki tenaga-tenaga yang berkompeten di bidang fokus bisnisnya. Kemampuan karyawan di bidang perumahaan saat ini tidak lagi ada yang meragukan. Kemampuannya terus ditingkatkan melalui serangkaian pendidikan dan pelatihan.

''Pendidikan yang diberikan tidak hanya fokus pada perbankan. Bersama dengan Bank BRI pernah melaksanakan pendidikan di bidang etik moral. Kami ingin menerapkan manajemen yang berlandaskan pada iman dan takwa," tandasnya.

Kodradi sendiri tidak menampik ada keinginan beberapa bank BUMN memerger BTN. Namun dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2005 tidak pernah disebutkan mengenai rencana merger atau penggabungan usaha dengan bank lain.

''BTN punya hak hidup untuk tetap bisa menekuni bisnisnya sebagai lembaga pembiayaan perumahan. Apalagi selama ini kami mendukung upaya pemenuhan kebutuhan rumah masyarakat berpenghasilan rendah," ucapnya.(ant-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA