logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 28 Februari 2005 BANYUMAS
Line

Kopi Buatan Warga Binangun Laku di Bali

PURBALINGGA- Tak dinyana kopi bubuk cap Lumpang buatan warga Desa Binangun, Kecamatan Mrebet, Purbalingga, ternyata laku di Denpasar, Bali. Kopi itu dibawa Warsito, warga Binangun yang bekerja di Bali. Semula dia membawa 10 bungkus kopi. Lama-lama dia membawa kian banyak.

''Terakhir saat kembali ke Bali dia membawa 300 bungkus kopi kemasan 100 gram. Di desa dia beli Rp 2.500/bungkus dan menjualnya di Bali Rp 5.000. Kopi itu dia jajakan di warung di Denpasar,'' kata Edi Purnomo, Ketua Kelompok Tani Sri Rejeki, Desa Binangun, kemarin.

Dia menuturkan kopi itu juga dipasarkan ke Tegal, Pemalang, dan Pekalongan. Di Purwokerto, kopi itu dijual di sebuah pasar swalayan besar. Rasa kopi buatan 25 anggota kelompok itu diuji di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia di Jember, Jatim, tahun 2002.

''Dalam sehari kami hanya memproduksi sekitar 50 kg bubuk kopi. Tahun 2003 usaha kami hampir gulung tikar karena kami beli kopi dan menjual kembali masih dalam bentuk kopi. Harga beli kopi Rp 15.000/kg. Namun ketika kami jual harga anjlok Rp 3.500/kg,'' kata dia.

Kelompok tani itu mengubah strategi penjualan. Mereka membeli kopi dan menjual kembali berupa bubuk kopi siap saji. Setiap kilogram kopi menghasilkan 7 ons kopi bubuk. Setiap ons mereka jual Rp 2.000. Dari situlah ada keuntungan.

Sekarang kelompok tani yang memulai kegiatan tahun 2000 itu untuk mengembangkan usaha. Mereka merintis penanaman pohon alba 25.000 batang. Setiap anggota menanam 1.000 batang. Alba mereka tanam di pekarangan dan ladang masing-masing. Selama ini pekarangan hanya mereka tanami ketela pohon.

''Kami sering rugi saat menanam ketela. Sebab, biaya perawatan besar namun harga jual rendah. Harga ketela berumur 6 bulan sangat murah. Namun jika kami menjual alba umur 6 bulan dapat untung Rp 2.000/batang. Setelah 6 bulan alba kami cangkok. Cangkokan itu kami jual ke petani.'' (F10-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA