| Sabtu, 26 Februari 2005 | PANTURA |
Narkoba Bisa Membuat Fly, tapi MenjerumuskanADA ledekan menarik yang ditawarkan Kasat Binamitra Polres Tegal AKP Moch Sujoko (kemarin jabatannya digantikan Kompol Mardi Utomo-Red) sebelum digeser menjadi Kapolsek Balapulang, kepada ratusan pelajar kelas 1 dan kelas 2 SMA di Kabupaten Tegal. ''Hayo siapa yang mau mencicipi narkoba. Sabu-sabu, ekstasi atau ganja. Enak kok. Hayo siapa yang mau mencoba?'' tanya AKP Moch Sujoko. Tawaran yang tidak wajar tersebut tentu membuat sekitar 216 pelajar SMA yang memadati aula pertemuan Mapolres Tegal membisu, bengong, dan sulit untuk mempercayai tawaran yang dianggap nyeleneh tersebut. ''Wah ngeledek nih,'' celutuk Rahidun salah seorang pelajar SMA yang kemarin mengikuti pelatihan Patroli Keamanan Sekolah (PKS) SMA Kabupaten Tegal di Polres Tegal. Sementara itu, sejumlah pelajar lainnya tetap tidak bereaksi dan saling memandang. Perwira pertama polisi tersebut tengah memberi pengarahan dan pembekalan soal ''Pengetahuan Narkoba bagi Pelajar dan Remaja'', hanya tersenyum. ''Bagus kalau tidak ada yang mau mencicipi sabu-sabu, ekstasi atau ganja. Saya senang dengan sikap kalian semua. Adik-adik saya dan kawan-kawan saya, ini harus dipertahankan,'' tandas AKP Moch Sujoko. Narkoba Menjerumuskan Menurut perwira yang kerap memberikan penyuluhan kepada masyarakat luas, termasuk kalangan pelajar dan remaja, narkoba itu enak rasanya. Bisa membuat orang fly. Tidak ingat apa-apa. ''Semua masalah seperti hilang seketika. Lha iya wong tidak ingat apa-apa. Tapi begitu selesai proses itu, badan rasanya sakit semua. Orang yang mencoba sekali saja, pasti ketagihan. Jadi jangan pernah mencoba mencicipi narkoba. Berbahaya. Ini barang haram yang bisa menjerumuskan pemakainya. Hindari,'' ajak Sujoko. Unsur menjerumuskan, kata dia, bisa dilihat dari akibat yang ditimbulkan. Selain buruk bagi kesehatan juga lingkungan sekitar, orang yang sudah ketagihan narkoba akan melakukan apa saja untuk mendapatkan barang terlarang tersebut. Dia bisa mencuri, membunuh, akibatnya dia bisa ditahan dan masa depannya suram. Di luar negeri, lanjut dia, pemakai bisa disebut korban. Namun di Indonesia, pemakai dikategorikan sebagai tersangka. Karena kondisi yang berbeda itulah, pihaknya mengingatkan kalangan pelajar agar jangan mencicipi barang terlarang tersebut. ''Interupsi, Pak. Tapi bapak kok tadi menawarkan kepada kami untuk mencicipinya. Ini kan pelanggaran?'' tutur Vita salah seorang pelajar putri yang asyik mendengarkan penjelasan soal narkoba. ''Tadi memang basa-basi saya. Juga untuk ngetes, apakah pelajar di sini ada yang suka mencicipi narkoba. Ternyata tidak saat saya pancing. Saya salut dengan pelajar Kabupaten Tegal yang tak tertarik narkoba. Jadi penjelasan saya cukup ya soal narkoba. Hindari,'' tandas dia mengingatkan kembali. Kegiatan penyuluhan tentang narkoba, kata AKP Moch Sujoko, merupakan rangkaian dari pembekalan pembentukan PKS. Setelah mendapatkan berbagai materi seperti baris-berbaris dan P3K selama seminggu, mereka segera dilantik oleh Kapolres Tegal AKBP Drs Pambudi Pamungkas. (Riyono Toepra-14m) |