| Sabtu, 26 Februari 2005 | OLAHRAGA |
Raparnas Diharapkan Diikuti Ketua PengdaBOGOR-Rapat Paripurna Nasional (Raparnas) PSSI secara resmi dibuka oleh Agusman Effendi selaku Pejabat Yang Memangku Tugas PYMT) Ketua Umum PSSI, Jumat malam (25/2) di Auditorium Wisma Jayaraya, Cipayung, Bogor. Raparnas yang diikuti oleh wakil-wakil dari 33 pengda PSSI se- Indonesia tersebut rencana semula akan dibuka Ketua Umum KONI Pusat Agum Gumelar, berhalangan hadir dan dijadwalkan akan menutup acara itu, Minggu besok. Sekjen PSSI Nugraha Besoes mengatakan, tidak ada agenda pembahasan penting yang dilakukan seusai prosesi pembukaan. "Acara terpenting Jumat malam hanya upacara pembukaan," jelasnya. Rapat pleno dan sidang-sidang komisi baru akan dilakukan Sabtu ini. "Sangat diharapkan kalau para ketua pengda dan sekretarisnya yang mengikuti raparnas ini," ujarnya. Raparnas, urai Nugraha, merupakan sarana untuk evaluasi dari program kerja setahun terakhir dan proyeksi dari program kerja di tahun berjalan. Dia kembali menepis kemungkinan Raparnas akan dijadikan arena sosialisasi bagi penyelenggaraan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) PSSI, guna mencari ketua umum baru sebagai pengganti dari Nurdin Halid yang sampai saat ini masih berstatus tersangka dalam kasus dugaan korupsi di Koperasi Distribusi Indonesia (KDI) dan beberapa kasus lain. Meski kasusnya belum diputus, Nurdin Halid sudah ditahan sejak pertengahan Juli dan kini mendekam di LP Salemba. Dari keterangan Nugraha Besoes, pengurus harian PSSI sendiri sampai saat ini tidak pernah mempunyai wacana untuk menyelenggarakan Munaslub, atau yang dulu dikenal dengan sebutan Kongres Luar Biasa (KLB). Program Menurut dia, tuntutan agar PSSI menyelenggarakan Munaslub tidak ada. Dalam pandangannya, meredupnya tuntutan Munaslub itu kemungkinan juga karena program-program yang dijalankan pengurus harian secara umum sudah berjalan baik. "Program pembinaan jalan, kompetisi juga siap digelar, bahkan kita sudah punya sponsor baru. Menurut saya, ini membuktikan kalau kinerja kita oleh orang luar juga dinilai baik," katanya. Sponsor untuk kompetisi Divisi Utama PSSI tahun 2005 ini adalah perusahaan rokok Djarum. Sementara, untuk kompetisi Divisi I Pertamina masih menunjukkan minatnya. Walau demikian, BUMN ini sampai sekarang masih belum melunasi sisa pembayaran sponsorship mereka untuk Kompetisi Divisi I tahun 2004. Dari total nilai sponsor Pertamina sebesar Rp 4,5 miliar, dana yang belum dikeluarkan untuk PSSI sekitar Rp 2 miliar. Menyinggung sponsorship Djarum, menurut keterangan satu sumber, perusahaan rokok itu hanya akan memberi PSSI dana untuk pelaksanaan kompetisi, termasuk pembayaran wasit dan kontribusi untuk tim-tim yang berpartisipasi. Namun, itu tidak termasuk Arema Malang dan Persik Kediri yang sudah mengikat sponsor dengan perusahaan rokok Bentoel dan Gudang Garam. Dana untuk promosi, termasuk tayangan di televisi serta iklan, sepenuhnya akan dilakukan oleh Djarum.(wgm-22) |