logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 25 Februari 2005 KEDU & DIY
Line

Harga Pasir Merapi Naik

BOROBUDUR - Pemkab Magelang akan menaikkan harga dasar pasir Merapi Rp 5.000/m3, yakni dari Rp 7.500 menjadi Rp 12.500 mulai awal Maret mendatang. Harga baru itu nantinya akan menjadi dasar perhitungan pajak galian golongan C.

''Kenaikan harga dasar tersebut merupakan kesepakatan Pemkab dengan para pebisnis pasir Merapi,'' ungkap Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah (BPKKD) Kabupaten Magelang Drs Hartono, Kamis kemarin.

Pebisnis pasir Merapi tersebut adalah Asosiasi Pengusaha Penambangan Pasir Merapi, Paguyuban Pekerja Penambangan Pasir Merapi Gotong Royong (Goro), pengusaha penambangan, pemilik alat berat, serta sopir truk pengangkut pasir Merapi.

Di pasaran umum, harga jual pasir Merapi jauh lebih mahal, yaitu Rp 25.000/m3.

Imam Fatchi SH selaku pelaksana tugas Asisten Sekda Bidang Pembangunan mengatakan, kenaikan harga dasar pasir tadi untuk menyesuaikan harga pasir di pasaran yang sudah mengalami kenaikan lebih dulu.

Ketua Goro Surahman didampingi ketua Asosiasi Pengusaha Penambang Pasir Merapi KH Abdul Rozzaq mengungkapkan, langkahnya membantu keberhasilan program Pemkab menyosialisasikan seberapa banyak ukuran kubik muatan pasir dan harga baru. Pihaknya menyosialisasikan harga baru tersebut kepada para sopir truk pengangkut pasir.

Tronton jumbo yang semula memuat pasir 23 m3 ditentukan harus memuat 16 m3. Tronton dump (18 m3) kini 14 m3, engkel (13 m3) menjadi 10 m3. Cekether (7 m3) kini 6 m3. Sementara itu, colt diesel tetap 5 m3.

Melalui surat bertanggal 23 Februari 2005, Surahman dan Abdul Rozzaq mengumumkan harga pasir Merapi yang baru yang berlaku mulai 25 Februari pukul 08.00. Yakni Rp 395.000 untuk truk tronton dengan kapasitas 16 m3 dan Rp 250.000 bagi truk engkel dengan kapasitas 10 m3. (pr-76j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA