| Kamis, 24 Februari 2005 | MURIA |
Pemkab Kebanjiran Surat Permohonan Bantuan DanaREMBANG - Meski APBD 2005 baru disahkan, Pemkab Rembang sudah kebanjiran surat permohonan bantuan dana, baik yang mengatasnamakan kelompok, organisasi, maupun bentuk perkumpulan lain. "Sekarang ini, surat permohonan bantuan dana yang masuk ke Pemkab jumlahnya mencapai ratusan. Padahal, dana yang tersedia sangat terbatas," kata Kepala Bagian Kesra, Wahyoe Oetomo SH. Dijelaskan, untuk 2004, anggaran yang disahkan DPRD untuk keagamaan sebesar Rp 1,4 miliar. Tahun ini (2005), anggarannya dikurangi menjadi Rp 900 juta. Adapun untuk penanganan bencana alam, khususnya kekeringan, pada tahun ini cuma dianggarkan Rp 130 juta. Untuk pembinaan olahraga, jumlah anggarannya lebih kecil lagi. Wahyoe mengaku, banyaknya surat permohonan bantuan yang masuk cukup membingungkan dirinya, khususnya menyangkut cara pembagian dananya. Sebab, pihak yang membutuhkan bantuan jumlahnya cukup banyak, sedangkan persediaan anggarannya terbatas. Karena itu, semua permohonan bantuan yang masuk belum bisa dipenuhi. Alasannya, selain masih dalam proses administrasi, juga masih dipertimbangkan dengan kemungkinan terjadinya hal darurat. "Paling cepat, April baru bisa direalisasi. Itu pun tidak seluruh permohonan bisa disetujui," katanya. Ditanya soal besarnya permohonan bantuan dana yang bisa disetujui, Wahyoe mengatakan, pihaknya belum berani memastikan. Sebab, untuk menentukan angkanya, menggunakan berbagai pertimbangan. Namun atas dasar pengalaman tahun lalu, pemberian bantuan berkisar Rp 1 juta-Rp 2,5 juta. Mungkin saja untuk tahun ini tidak sebesar itu, karena jumlah anggarannya cuma sedikit, sedangkan jumlah pemohonnya melimpah. (jl-15a) |