logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 24 Februari 2005 INTERNASIONAL
Line

Lintas Jagat

Dituduh Berkomplot Bunuh Bush

WASHINGTON - Seorang pria Virginia, yang ditangkap dan ditahan di Arab Saudi, dipulangkan ke AS untuk menghadapi tuduhan mendukung Al Qaedah. Dia juga dituduh bersekongkol pada 2002 dan 2003 untuk membunuh Presiden George W Bush, kata dokumen-dokumen pengadilan yang dirilis Selasa lalu. Antara September 2002 dan 9 Juni 2003, saat berada di Saudi, Ahmed Umar Abu Ali membahas dengan konspirator yang tidak disebutkan namanya, dua opsi untuk membunuh Bush. Demikian menurut surat dakwaan 16 halaman yang diserahkan juri agung federal di Alexandria, Virginia.

Mereka berbicara tentang ''operasi saat Abu Ali berada cukup dekat dengan presiden untuk menembaknya di jalan dan, satu operasi ketika Abu Ali akan meledakkan bom mobil'', kata surat dakwaan tersebut. Dakwaan enam tuduhan itu menyebutkan Abu Ali mendapat restu religius dari konspirator lain untuk melaksanakan rencananya membunuh Bush. Dakwaan itu menuduh Abu Ali memberikan dukungan material dan sumber-sumber kepada teroris, yang dimasudkan untuk membunuh Bush.(rtr-niek-46)

Aktris Top Korsel Bunuh Diri

SEOUL - Aktris Korea Selatan yang lagi naik daun, Lee Eun-ju (25), tewas. Polisi mengatakan aktris tersebut rupanya gantung diri dengan dasi di ruang ganti pakaian. Lee membintangi salah satu film paling laris dalam sejarah Korea Selatan Taeguki. Keluarganya mengatakan kepada media Korea bahwa Lee sedang berjuang melawan depresi. Dia tampaknya bunuh diri Selasa lalu dan meninggalkan catatan bunuh diri yang berlumuran darah. Dia menulis ''Ma, saya minta maaf dan saya mencintaimu,'' kata polisi. Dia menderita penyakit gangguan jiwa setelah tampil telanjang untuk perannya sebagai penyanyi jazz penuh birahi dalam film kejahatan Korea ''The Scarlet Letter'', jelas keluarganya. Film tersebut terpilih sebagai film terbaik tahun lalu pada salah satu event film terbesar di Asia, Festival Film Internasional Pusan. (rtr-niek-46)

Pangeran Naruhito Minta Maaf

TOKYO - Putra Mahkota Jepang Pangeran Naruhito minta maaf karena mengecam upaya-upaya untuk memaksa istrinya menyesuaikan diri dengan cara-cara konservatif salah satu kerajaan tertua di dunia itu. Kecaman Putra Mahkota Jepang itu menimbulkan spekulasi terjadinya keretakan dalam keluarga kerajaan.

Pernyataan itu juga dimaksudkan untuk melunakkan tekanan terhadap Putri Masako, mantan diplomat yang belajar di Harvard dan baru belakangan ini tampil di depan umum. Masako tidak mampu melaksanakan tugas-tugas resminya selama lebih dari satu tahun karena mengalami masalah psikologi. Para pengamat kerajaan menyatakan penderitaannya itu terutama disebabkan oleh tekanan untuk memberikan seorang putra. ''Saya mengeluarkan pernyataan ini dengan harapan orang-orang menyadari situasi yang dihadapi Masako,'' kata Naruhito pada konferensi pers menjelang ulang tahunnya ke-45 Rabu kemarin. (rtr-niek-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA