| Rabu, 23 Februari 2005 | NASIONAL |
SOSOKDijuluki Ibunya TKI
PEMULANGAN tenaga kerja dari Malaysia, termasuk tenaga kerja Indonesia (TKI), membuat semua pihak prihatin. Demikian juga yang dirasakan Kepala Disnakertrans Jateng Diah Anggraeni SH MHum. Meskipun TKI asal Jateng yang dipulangkan jumlahnya tidak seberapa dibandingkan dengan provinsi lain seperti Jatim, namun kebijakan Pemerintah Malaysia itu membuat jajaran Disnakertrans Jateng sigap. Tidak hanya membuka pos pengaduan, tetapi juga mengunjungi Nunukan, Kalimantan Timur, untuk mendata TKI asal Jateng. Tidak heran, saking sibuknya mengurus para TKI, istri Bambang Priyoko itu mendapat julukan baru, yakni ibunya TKI. ''Nggak apa-apa, julukan itu justru membuat saya lebih berhati-hati dalam bekerja,'' kata Diah di ruang kerjanya, kemarin. Ibu tiga putra ini mengaku sejak diberi amanat Gubernur H Mardiyanto menjadi Kepala Disnakertrans, berjanji akan semaksimal mungkin membela kaum buruh dan para TKI. ''Saya berkeinginan para buruh dan TKI bisa hidup lebih sejahtera,'' ujarnya. Untuk mendukung keinginan itu, sejak beberapa waktu lalu Disnakertran membuat kebijakan pelayanan TKI satu pintu. Dengan demikian, mereka yang ingin bekerja di luar negeri sudah memiliki keahlian khusus sehingga gaji yang diterima juga besar. Sedangkan untuk membantu TKI yang dipulangkan dan ingin bekerja kembali di Malaysia, pihaknya telah membuat kebijakan pelayanan terpadu satu atap yang melibatkan Kantor Imigrasi Semarang, Disnakertran, Biro Pemerintahan Umum Jateng, BP2TKI, dan Biro Kesra.(D14,58t) | ||||