| Rabu, 23 Februari 2005 | KEDU & DIY |
Paeran Ditembak Orang Tak DikenalYOGYAKARTA- Seorang lelaki setengah baya, Paeran (57), sampai kemarin masih harus terbaring di RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta. Warga Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta itu masih sakit pascaoperasi untuk mengeluarkan proyektil peluru yang bersarang di bagian belakang perutnya. Peluru dari pistol jenis Revolver 38 mm ditembakkan seseorang yang tidak dikenal pada Minggu dini hari lalu (20/2). ''Kami masih menunggu hasil uji balistik ataupun pemeriksaan laboratorium forensik,'' ujar Kapoltabes Yogyakarta, Kombes Drs Condro Kirono. Meski demikian, sementara dipastikan peluru yang ditembakkan bukan dari senjata api genggam (pistol) standar aparat keamanan. Sebab dari proyektil yang dijadikan barang bukti, tidak memperlihatkan ulir seperti lazimnya dari senjata standar. Berdasarkan itu, Condro Kirono menolak dugaan anggapan tersangka pelakunya oknum aparat keamanan. Keterangan yang diperoleh menyebutkan, pada dini hari itu Paeran terjaga dari tidurnya, karena rumah yang ditungguinya di Kampung Karangkunthi, Kecamatan Mergangsan kedatangan tamu. Begitu membuka pintu pagar, seorang dari tiga tamu yang datang menggunakan mobil langsung menanyakan di mana komandannya. Karena tidak menyadari maksud pertanyaan, Paeran yang bernama asli Siswo Utomo mengatakan tidak ada dan tidak tahu. Mendapat jawaban begitu, salah seorang tadi langsung mengeluarkan pistol dan mengarahkan laras ke perutnya. Secara refleks Paeran mencoba mengelak. Tetapi desingan peluru lebih cepat hingga mengenai salah satu jari tangannya. Kombes Condro Kirono menyayangkan pemberitaan yang menyebutkan peluru menembus perut Paeran. ''Itu kan bukan dari jenis senjata api standar,'' ujarnya. Kapolda DIY Brigjen Drs Bambang Aris Sampoerno Djati juga membentuk tim lain untuk menyelidiki kasus penembakan seorang warga sipil Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul oleh seorang oknum Reserse Polres setempat. (P58-76s) |