| Selasa, 22 Februari 2005 | SALA |
Sosialisasi Menghemat ListrikSUKOHARJO - Tingginya tagihan rekening listrik bulanan bukan karena tarif listrik mahal, tetapi karena cara penggunaan listrik yang kurang diperhatikan oleh masyarakat. ''Kerap kali buka tutup lemari es, akan mengakibatkan cepatnya perputaran dan naiknya kwh,'' kata Drs RM Sulistyo Soelangkir dari Bagian Humas PLN Areal Pelayanan Jaringan (APJ) Surakarta, pada acara sosialisasi kelistrikan di Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo. Dia yang mendampingi Kepala PLN APJ Kecamatan Grogol, Mardoyo dan stafnya, Mukiran kepada sekitar 30 penduduk setempat yang hadir mengingatkan cara menghemat listrik, khususnya pada pompa air. Agar hemat dan efisien, sebaiknya dipersiapkan tandon air. ''Penggunaan seterika listrik, televisi, agar tidak sering dimati-hidupkan. Juga gunakan lampu pijar yang berkualiatas, karena akan awet. Dibanding lampu pijar (bolam) yang harganya murah, lebih hemat yang sedikit mahal, karena tahan lama,'' tandasnya. Menjawab pertanyaan mengenai bantuan kerugian yang menimpa penduduk karena musibah listrik, Mukiran staf Humas PLN APJ Surakarta menjelaskan, semua musibah tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab PLN, dan tidak semua akan mendapat bantuan. Akibat kesetrum karena main layang-layang, atau jatuh dari atap karena kesetrum, tidak mendapat ganti kerugian atau biaya pengobatan. ''Tetapi karena kesalahan sistem dari PLN, misalkan travo meledak sehingga mengakibatkan seseorang terbakar, dia akan mendapat biaya perawatan; jika sampai meninggal akan ditanggung PLN,'' jelasnya. Pada kesempatan tersebut, dijelaskan mengenai mekanisme pemutusan aliran listrik serta biaya penyambungan baru.(P44-20a) |