logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 22 Februari 2005 BANYUMAS
Line

Yayasan Syeih Maqdun Ali Gairahkan Ritual Assyura

PURWOKERTO -Tradisi ritual Assyura yang kini mulai pudar di kalangan masyarakat Jawa ternyata menggugah pihak Yayasan Syeih Maqdum Ali, Banyumas untuk menghidupkan kembali tradisi tersebut.

Yayasan tersebut selama sehari semalam, kemarin (Minggu 20/2), menggelar serangkaian kegiatan yang dipusatkan di Desa Pasir Wetan, Kecamatan Karanglewas dan makan Syeih Madum Ali dekat Sungai Mangaji atau sekitar RM Tip top Karanglewas.

Rangkaian acara yang dilakukan, menurut keterangan salah satu pengurus yayasan H Harnoto, yakni ritual manaqiban, shalawatan, semaan Al Qur'an serta tasyakuran dengan cara makan bersama nasi tumpeng kuning. Acara tersebut, juga terbilang jarang ditemui saat peringatan Tahun Baru Islam, khususnya pada 10 Muharram atau Assyura.

Dia menceritakan, tradisi ini kembali dihidupkan karena dulu di daerah Pasir Wetan setiap tiba Assyura, banyak warga membuat nasi kuning yang dibungkus dengan daun pisang. Mereka lalu membagikan nasi itu sebagai sedekah kepada warga sekitar.

''Namun sekarang yang melakukan jumlahnya sedikit sekali. Makanya kita ingin menghidupkan kembali tradisi ini,'' ujar Martono.

Menurutnya, untuk ritual semaan Al Qur'an dilakukan di Makan Syeih Maqdum Ali pada hari Assyura 1426 H (Minggu-Red). Dalam acara itu, Kiai Muhammad Syukron seorang Al Hafidz dari daerah Pasir mampu merampungkan 30 juz bacaan Al Qur'an. Sementara sekitar 100 santri, pada saat bersamaan tekun menyimak lafal ayat-ayat suci yang keluar dari mulut sang Hafidz tersebut.

Sementara ritual manaqiban, dilakukan agar lebih dekat kepada Allah SWT, ber-taqorub pada Robbil Alamin. Awal tahun baru, semestinya dimulai dengan evaluasi atas apa yang telah dibuat selama ini. Kemudian berusaha untuk berbuat yang lebih baik pada tahun-tahun berikutnya.

Untuk ritual shalawatan, dilakukan dengan diiringi irama terbangan. Ritual itu diadakan di rumah Mbah Nurhalim, warga Pasir Wetan. Acara pengajian sebagai puncak acara, dilakukan di Makam Syeih Maqdum Ali oleh Kiai Syaiful Anwar, akrab dipanggil Mbah Ipung, Pengasuh Pondok Pesantren Al Zuhri, Ketileng, Semarang. (G22-92m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA