| Senin, 21 Februari 2005 | PANTURA |
Peringati Hari Asyura dengan Santuni Anak YatimBERBAGAI cara dilakukan umat muslim menyambut Tahun Baru 1426 Hijriah bertepatan dengan bulan Muharam yang puncaknya dilaksanakan pada tanggal 10 Muharam. Seperti yang dilakukan Aktivitas Remaja Masjid Baitul Mutaqin (Aribath) Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang. Sabtu (19/2) lalu bersamaan dengan Hari Asyura (10 Muharam) Aribath menyantuni 94 anak yatim. Acara diawali dengan pawai taaruf yang dimulai dari Lapangan Bawang menuju ke masjid kurang lebih 1.000 m. Berada di barisan depan para pengurus Aribath, selanjutnya marching band Gema Sekarjagat MTs Sunan Kalijaga. Bagi masyarakat Bawang yang berada di lereng Gunung Perahu atau deretan Dataran Tinggi Dieng sebelah utara, kegiatan itu menyedot ribuan pengunjung. Untuk kelancaran, selain dikawal anggota Polsek Bawang pawai itu juga dibantu Anggota Radio Antar-Penduduk Indonesia (RAPI) Lokal yang dipimpin Bolot Barjuki. Sebagai koordinator lapangan ditunjuk Supardi atau lebih populer dipanggil Mbah Pardi yang sehari-harinya berprofesi sebagai pedagang buah di Pasar Bawang. ''Sesuai dengan tema Peringatan Tahun Baru Islam 1426 Hijriah, yakni 'Mari Kita Tingkatkan Ubudiyah yang Berdimensi Sosial dengan Peduli terhadap Anak Yatim Piatu', maka berbagai elemen masyarakat pun kami libatkan. Bahkan, Mbah Pardi sendiri yang sudah sepuh malah mempunyai semangat tinggi. Kami bangga sekali acara ini sukses,'' ujar Ketua Panitia Kiai Masturi yang juga pengasuh Pondok Pesantren Darussalam. Kegiatan penyantunan anak yatim piatu itu merupakan kali ketiga. Rencananya setiap tahun akan terus diadakan dan bertambah banyak jumlah anak yatim yang diberi santunan. Tahun ini terkumpul dana Rp 16.000.000 yang selanjutnya dibagikan kepada 94 anak, masing-masing Rp 125.000. ''Dana itu kami kumpulkan dari donatur, anggota pengurus, termasuk sumbangan dari pedagang serta anggota Serikat Pekerja Seluruh Indonesia-Serikat Pekerja Transportasi Seluruh Indonesia (SPSI-SPTI) Bawang,'' ujar Seksi Penggalian Dana M Taufik. Sementara itu, Bendahara Aribath menambahkan, untuk biaya pawai taaruf terkumpul dana operasional Rp 2.500.000. ''Ini yang khusus kami gunakan untuk kegiatan pawai dan pengajian, sedangkan dana untuk santuan anak yatim ada pembukuannya tersendiri.'' Tujuan kegiatan itu membudayakan peringatan Tahun Baru Islam dengan mengambil hikmah nilai-nilai yang terkandung dalam hijrahnya Rasullah Muhammad SAW. (Arif Suryoto-90n) |