| Senin, 21 Februari 2005 | NASIONAL |
SOSOKImbauan Berbahasa Arab
TAK berselang lama setelah dua jurnalis Metro TV Meutya Hafid dan Budiyanto diculik di Ramadi Irak, Ketua MPR Hidayat Nur Wahid tampil di stasiun TV Aljazeera. Lewat stasiun TV berita paling populer di kawasan Timur Tengah itu, dia menyampaikan imbauan agar kedua wartawan itu dibebaskan. ''Saya sampaikan, kedua sandera itu adalah wartawan yang menjalankan tugas secara profesional, tanpa ada keterkaitan dengan persoalan politik, spionase, atau semacamnya,'' cerita Hidayat seusai menjadi pembicara dalam bedah buku di Auditorium Undip Pleburan, Minggu (20/2). Hebatnya, mantan presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyampaikan imbauannya dalam bahasa Arab yang rapi tertata. Dari sisi struktur runtut, dari segi sastra memikat. Maklum saja, dia merupakan doktor lulusan Universitas Ummul Qura di Saudi Arabia. ''Saya meminta para sandera itu dibebaskan tanpa syarat apa pun. Sebab, para wartawan-dan juga seluruh rakyat Indonesia-tidak pernah mencederai perjuangan rakyat Irak. Saya menduga mereka salah sasaran. Mungkin mengincar rakyat Filipina, Jepang, atau Thailand yang mengirimkan tentara ke Irak,'' imbuhnya.(Achiar M Permana-58t) | ||||