| Senin, 21 Februari 2005 | MURIA |
woro woroJumat Bersih Digalakkan LagiKUDUS - Sebagai upaya menciptakan kebersihan dan keindahan kota Kretek, perlu kiranya digalakkan program bersih-bersih kota yang dulu biasa dilakukan pada hari Jumat oleh setiap anggota masyarakat. Kodim 0722 melalui Dandim Letkol (inf) Priyo Jatmiko menyatakan, pihaknya siap memfasilitasi dan menggalakkan program tersebut, tentunya dengan bekerja sama dengan pihak terkait lainnya. Salah satu upaya yang dilakukan untuk kembali memasyarakatkan program kerja bakti massal tersebut, pihaknya pada Rabu (23/2) mendatang akan melakukan kerja bakti bersama warga masyarakat di daerah Megawon. (H8-15) MoU UMK dan Perhutani PatiKUDUS - Menurut rencana, Senin (21/2) ini akan dilaksanakan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus (FP UMK) dengan Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Pati. Menurut Dekan FP UMK, Drs Hendry Hendro HS MSi, kerja sama tersebut terkait dengan program Hutan Pendidikan Wana UMK, yang telah menjadi ancangan program institusi pendidikan tersebut. (H8-15) Harga Bahan Kerajinan Kerang NaikREMBANG - Para perajin kerang di wilayah Rembang kini kurang berminat menjual hasil produksinya ke luar negeri. Untuk sementara ini, mereka lebih tertarik merebut pasaran lokal (dalam negeri) karena pertimbangan harga jual. Suryadi, perajin kerang asal Kelurahan Tasikagung, Kecamatan Kota Rembang menuturkan, harga barang-barang kerajinan kerang di luar negeri tidak mengalami kenaikan. Padahal, harga bahan baku di Indonesia, khususnya untuk pembuatan barang-barang kerajinan kerang mengalami kenaikan yang relatif tinggi. Dia menyebutkan, harga bahan baku japing yang semula cuma Rp 10.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp 25.000 - Rp 30.000 per kilogram. Kenaikan harga hingga 100% lebih juga terjadi pada bahan baku lainnya, seperti wadungan, jubeng, dan kulit kerang. (jl-15j) |