| Senin, 21 Februari 2005 | KEDU & DIY |
lereng merapiSambutan Berbahasa DaerahKEBUMEN - PBB melalui badan kebudayaan atau UNESCO telah menetapkan taggal 19 Februari sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional. Menurut Kepala Dinas P dan K Kebumen H Budi Utomo SH Sabtu lalu, di Kebumen kegiatan itu diisi kegiatan safari budaya pergelaran wayang kulit dan upacara bendera. Pada acara safari budaya di Desa Kebadongan Klirong, sambutan panitia, Camat Klirong Drs Edy Purwoko dan Bupati Hj Rustriningsih MSi, disampaikan dengan bahasa daerah atau bahasa Jawa. Upacara bendera Hari Bahasa Ibu Internasional akan berlangsung Senin ini. (B3-76n) Perkemahan Silaturahmi MAGELANG- Ratusan siswa 17 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan empat Madrasah Tsanawiyah se-Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, 18-20 Februari 2005 melakukan kemah silaturahmi di Lapangan Genito. Ketua panitia Hamid AMd didampingi sekretaris Muh Muslih SAg menuturkan, acara itu digelar dalam rangka Tahun Baru Hijriah 1426, yang diisi dengan kegiatan keislaman, kepramukaan, dan bakti masyarakat. Seperti ceramah keagamaan, wide-game, PPPK, dan kesenian. ''Tujuan lainnya syiar dakwah serta mengakrabkan tali persaudaraan antarpengelola instansi pendidikan berbasis Islam,'' tuturnya. (P60-76s) Gondomanan Juara Budaya Bersih YOGYAKARTA - Wilayah Kecamatan Gondomanan Kota Yogyakarta terpilih sebagai Juara I Lomba Budaya Bersih yang diadakan untuk wilayah ibu kota Provinsi DIY itu. Juara II diraih Kecamatan Umbulharjo dan Juara III Kecamatan Gondokusuman. Pemenang mendapat piagam penghargaan. Pengumuman itu disampaikan Wakil Wali Kota Yogyakarta HM Syukri Fadholi dalam upacara bendera di halaman balai kota setempat baru-baru ini. Sebagai bagian dari mendorong gerakan kebersihan dan penghijauan kota, Pemkot Yogyakarta telah mengalokasikan dana Rp 2 juta untuk tiap Rukun Wilayah (RW). (P58-76n) Pentas Ki Dalang Joko Edan TEMANGGUNG- Wayang kulit yang dipentaskan dalang Ki Djoko Hadiwidjojo (Joko Edan) di Alun-alun Temanggung, Sabtu malam lalu berlangsung meriah. Meski hujan gerimis, tak menyurutkan ribuan pengunjung menikmati pentas tersebut. Lakon Tumuruning Wahyu Ketentreman yang diusung Ki Djoko, pada intinya mengisahkan tentang suatu gejolak negara yang akhirnya berakhir tenteram. Acara semalam suntuk itu digelar sebagai rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1426 Hijriah.(nt-76s) Pengedar Ganja Ditangkap YOGYAKARTA - Ibarat perang yang tiada henti. Itulah yang terus dilakukan jajaran Poltabes Yogyakarta dalam upaya memberantas penyalahgunaan narkoba. Satuan fungsi terkait yang dipimpin Kompol Guntur Hindarsyah SIK, Sabtu lalu (19/2) meringkus dua mahasiswa berinisial A dan D, masing-masing berusia 24 tahun, sebagai tersangka pengedar daun ganja. Keberhasilan jajarannya itu terjadi setelah sekitar sebulan menekuni laporan masyarakat terhadap gerak-gerik tersangka A. Setelah informasi diyakini kebenarannya, semula petugas yang dipimpin Kanit I/Narkoba Iptu Ilyas menggerebek tempat indekos A pada Jum'at malam (18/2). Namun pencarian di tempat indekos tersangka A di wilayah kecamatan Depok kabupaten Sleman itu tidak membuahkan hasil. Sebab, A dikenal pandai ''bermain'' alias licin. Tak lama kemudian jajaran unit itu memperoleh informasi bahwa tersangka A sedang berada di sebuah jalan di Kota Yogyakarta. Setelah membuntuti sekitar tiga jam, akhirnya pada tengah malam (sekitar pukul 00.30) A diringkus di kawasan Jl Sudirman, Yogyakarta. Dari balik baju tersangka yang berasal dari Jawa Barat itu ditemukan daun ganja yang siap dipasarkan. Dalam pemeriksaan intensif, petugas mendapat informasi nama D sebagai jaringannya. Tak mau kehilangan jejak, Iptu Ilyas dan kawan-kawan segera mendatangi tempat indekos D di Dusun Karanggayam, di wilayah kecamatan Depok Kabupaten Sleman. Namun petugas tidak menemukan buruannya. Dari informasi, diperkirakan tersangka D sedang berada di sebuah asrama mahasiswa di daerah asalnya. Tanpa kenal lelah, petugas pun langsung memburunya ke wilayah kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta. Benar saja. Ternyata D berada di tempat tersebut. Ketika digeledah, petugas menemukan satu paket daun ganja. (P58-80n) Penjambret Gasak Tas YOGYAKARTA- Herlina Wijaya (27) jadi korban penjambretan di Jl Atmo Sukarto, Kecamatan Gondokusuman, Yogyakarta. Telepon seluler, uang Rp 300.000 dan surat penting yang disimpan dalam tas cangklongnya raib. Korban sempat terjatuh dari motornya ketika mempertahankan tasnya yang ditarik oleh pelaku.Kerugian diperkirakan sekitar Rp 2,5 juta.(P58-80s) |