logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 21 Februari 2005 INTERNASIONAL
Line

Mahmoud Abbas Ajak Damai Hamas dan Jihad

HAMBURG - Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyatakan akan lebih memilih cara-cara damai dengan kaum garis Palestina dan akan menjauhi kekerasan terhadap mereka.

"Kami tak mencari konflik namun kesepakatan dengan organisasi-organisasi bersenjata Palestina," kata Abbas dalam wawancaranya dengan majalah berita Jerman Der Spiegel.

Pemimpin Palestina itu menegaskan, kelompok-kelompok garis keras Hamas, Fatah dan Jihad Islam harus bisa dipadukan dalam pasukan keamanan Palestina.

"Dengan demikian, nantinya tak akan ada lagi senjata ilegal karena pejuang-pejuang itu harus menyerahkan senjata mereka terlebih dahulu sebelumnya," kata Abbas. Dia menambahkan, negara punya monopoli penggunaan kekerasan dan jika perlu akan bertindak menegakkan hukum.

Abbas yang diambil sumpahnya bulan lalu menjamin tidak akan ada kekerasan dari pihak Palestina selama berlangsungnya penarikan mundur Israel sebagaimana yang dijadwalkan. "Rakyat kami akan melemparkan bunga pada meraka dan bukan batu ataupun peluru," katanya.

Pada isu-isu terpenting, Abbas menggarisbawahi tuntutan bangsa Palestina pada Jerusalem Timur sebagai ibukota dari negara Palestina merdeka di masa depan.

"Sebuah negara Palestina tak bisa dibangun dari sebuah negara menjadi sempalan-sempalan kecil," tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel Shaul Mofaz memerintahkan penghentian kebijakan kontroversial militer yang menghancurkan rumah-rumah orang Palestina.

"Kami memutuskan menerima rekomendasi kepala staf (Moshe Yaalon) untuk mengubah kebijakan itu dan berhenti menggunakan hak sah menghancurkan rumah 'teroris' sebagai sarana penangkal," kata dia.

Kebijakan itu hanya akan diberlakukan kembali jika ada perubahan situasi berskala ekstrem keadaan.(ant-52)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA