logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 20 Februari 2005 SEMARANG
Line

Bupati Terjunkan Tim Bantu Korban Bencana

GROBOGAN - Untuk membantu korban bencana angin topan di Desa Guci, Kecamatan Godong, Bupati Grobogan H Agus Supriyanto SE menurunkan Tim Satkorlak PBP guna mendata dan membantu korban bencana alam tersebut. Selain itu, menurut rencana dia juga memberikan bantuan kepada warga yang tertimpa musibah.

''Besarnya bantuan bagi setiap warga yang rumahnya roboh adalah Rp 1 juta, sedangkan yang rusak berat Rp 500.000. Insya Allah, bantuan tersebut akan segera kami berikan,'' ujar Bupati menanggapi adanya bencana alam tersebut, Sabtu (19/2).

Dia mengemukakan, sebelumnya dia sudah mengimbau kepada masyarakat Grobogan agar mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana alam baik angin topan maupun banjir. Sebab, ada beberapa daerah kecamatan yang dinilai rawan terkena bencana angin topan, antara lain Ngaringan, Wirosari, Purwodadi, Grobogan, Pulokulon, dan Karangrayung.

''Sebenarnya Kecamatan Godong itu tidak termasuk daerah rawan angin topan. Meski demikian, bencana itu merupakan cobaan dari Tuhan. Agar itu tidak terjadi lagi, kita harus meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan sesuai dengan agama masing-masing,'' imbau Bupati.

Selain itu, upaya lain yang sudah dilakukan Pemkab melalui program Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GNRHL) serta reboisasi. Sebab, sangat mungkin angin topan tersebut juga terkait dengan kerusakan hutan.

Sebagaimana diberitakan, sedikitnya 200 rumah di Desa Guci, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan porak-poranda diterpa angin topan, Kamis (17/2) sekitar pukul 16.00. Tak hanya itu, rumah milik Ali Munthoha (59), warga Dusun Margorejo, Desa Guci rata dengan tanah diterpa angin. Bahkan, atap satu unit ruang belajar Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftachul Huda Desa Guci roboh akibat tertimpa pohon jati serta atap gedung Polindes rusak terbawa angin.

Angin topan yang melintas sekitar 30 menit itu mampu merobohkan ratusan pohon dipinggir jalan dan sekitar permukiman penduduk. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Meski demikian, seorang remaja bernama Dwi Ririswati (19), warga Dusun Margorejo mengalami luka di keningnya karena terkena pecahan kaca. Secara keseluruhan kerugian akibat bencana angin topan itu ditaksir Rp 200 juta. (H3-73j)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA